Blog-nya Mba Ani yang berisi: "Rangkuman Materi, Soal Latihan, dan Pendalaman Materi SD (Kurikulum 2013)"

Rabu, 25 September 2019

Siapa sih Mba Ani?

Hai, adik-adik sekalian. Perkenalkan, saya Mba Ani. Mba Ani sebetulnya bukan seorang guru karena tidak pernah menempuh pendidikan guru selama berkuliah. Jadi, jangan panggil saya Bu Guru ya, hihihihi 😫😫😫. 

Kalau bukan Bu Guru, terus ngapain sih Mba Ani yang entah siapa ini tiba-tiba nekad untuk mengajari adik-adik SD/MI yang masih polos dan unyu ini? Justru, kepolosan dan keunyuan adik-adik sekalian inilah yang membuat Mba Ani penasaran dan ingin belajar bareng kalian semua. 

Mba Ani dulu adalah alumni SDN 1 Karangsari (Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa tengah) dan lulus tahun 2004. Nah, rasa rindu pada masa bersekolah di SD inilah yang menjadi salah satu alasan Mba Ani berkeinginan untuk dekat-dekat dengan adik-adik SD, walaupun Mba Ani sendiri tidak dapat disebut masih muda (iya, Mba Ani sudah hampir berkepala 3 nih, hehehe). Ya, bisa dibilang rasa cinta Mba Ani terhadap kampung halaman dan SD legendaris sangat tinggi deh. 

Usai menamatkan pendidikan tingkat dasarnya, Mba Ani melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Kebumen dan alhamdulillah lulus tepat waktu pada tahun 2007. Saat SMP ini, Mba Ani sangat menyukai pelajaran Matematika dan Biologi semenjak bertemu dengan guru-guru inspiratif yang membuat Mba Ani jatuh cinta pada 2 mata pelajaran tersebut. Bahkan, sampai pernah bercita-cita menjadi seorang guru Matematika atau Biologi.

Setelah lulus SMP, sekolah Mba Ani cuma bergeser sedikit ke Barat di dekat alun-alun Kebumen, yaitu SMA Negeri 1 Kebumen. Mba Ani pun berhasil lulus tepat waktu, setelah berhasil melewati Ujian Nasional untuk jurusan IPA dengan nilai biasa saja pada tahun 2010. Selama menuntut ilmu di bangku SMA ini, Mba Ani sudah menyadari bahwa menjadi seorang guru memiliki tanggung jawab yang sangat berat. Profesi guru bukan hanya sebagai ladang penghasilan, tetapi juga: medan pertempuran dalam membasmi kebodohan, kebun inspirasi serta arena pementasan yang dilihat oleh seluruh anak didiknya di sekolah. Dengan tanggung jawab sebesar itu, Mba Ani di tahun 2009 - 2010, belumlah siap untuk menjadi seorang guru. Oleh karena itu, Mba Ani mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang guru Matematika atau Biologi. Mba Ani pun memiliki cita-cita baru, yaitu menjadi seorang arsitek yang membuat Mba Ani mendaftar jurusan arsitektur di Universitas Indonesia.

Namun, Allah memberi rezeki yang berbeda dengan harapan Mba Ani. Meski Mba Ani berhasil diterima di Universitas Indonesia, tetapi Mba Ani tidak berhasil bersaing untuk memperebutkan kursi di pilihan pertama: jurusan arsitektur. Akhirnya, pada 8 Mei 2010, Allah memberi Mba Ani kesempatan untuk mencicipi bangku-bangku di jurusan yang fakultasnya serba ungu, yaitu jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (Kesmas FKM UI). Petualangan sebagai mahasiswa biasa saja di FKM UI pun membuahkan hasil yang biasa saja yang ditandai dengan berhasil lulusnya Mba Ani dan menyandang gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat pada 22 Januari 2015. 

Selepas lulus kuliah, Mba Ani sempat bekerja sebagai asisten peneliti dan freelance researcher di beberapa lembaga penelitian kesehatan. Mba Ani memang terlalu berbeda dengan sarjana yang lainnya karena Mba Ani tidak menyukai bekerja di dalam ruangan kantor. Alih-alih bekerja di kantor, Mba Ani lebih sering menyelesaikan tugasnya dengan terjun ke lapangan langsung untuk mewawancarai masyarakat atau di dalam kamar kos untuk berkutat dengan laptop kesayangannya. 

Setelah 8 tahun lebih merantau di Depok-Jakarta (4,5 tahun kuliah dan 4 tahun bekerja), akhirnya Mba Ani memutuskan untuk pulang kampung ke Kebumen pada 30 Mei 2018. 

Untuk apa?

Untuk kabur dari hingar-bingar perkotaan dan kembali menjadi orang desa, berharap ada hal yang bisa membuatnya turut berkontribusi membangun kampung halaman, meski hanya sedikit aksi kecil. Enam bulan pertama sejak pulang, Mba Ani sedikit bantu-bantu seorang kawan di bidang pemberdayaan masyarakat melalui Heart of Spora, sebuah yayasan yang bertujuan untuk mengangkat derajat pengrajin anyaman pandan di Kebumen (tepatnya Dukuh Pandansari, Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar). 

Dan dari situlah Mba Ani menyadari bahwa berkontribusi dan bermanfaat untuk masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara sembari melakukan pekerjaan utama, sesuai pepatah "Sambil menyelam minum air". Akhirnya, terbersit sebuah ide "halu" untuk menemani adik-adik SD/MI belajar, sesuai dengan cita-cita saat duduk di bangku SMP dulu, menjadi seorang "guru", yah guru-guruan karena Mba Ani tidak pernah mempelajari apa yang seharusnya seorang guru SD pelajari.

Sebuah tantangan yang sangat besar sebetulnya dan masih sangat jauh dari baik dalam menemani adik-adik ini belajar. Namun, Mba Ani akan terus berusaha agar dapat menemani kalian belajar, bukan mengajari, tetapi belajar bersama, memecahkan solusi bersama-sama dan bahagia bersama. Aamiin.

Sekian dari Mba Ani. Akhir kata: JANGAN KALAH DENGAN ZONASI!!!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar :)

Postingan Populer