Blog-nya Mba Ani yang berisi: "Rangkuman Materi, Soal Latihan, dan Pendalaman Materi SD (Kurikulum 2013)"

Kamis, 26 September 2019

IPA Kelas 5 SD Tema 3 Subtema 1: Bagaimana Tubuh Mengolah Makanan

A. Organ-organ Pencernaan Hewan dan Fungsinya

Organ pencernaan pada hewan berbeda-beda. Umumnya, ada organ pencernaan yang hanya dimiliki oleh hewan tertentu, seperti:
-Tembolok: Suatu pelebaran kerongkongan yang terdapat di antara proventrikulus (lambung kelenjar) dan mulut. Fungsi: Tempat penyimpanan sementara makanan.
-Empedal: Organ yang khusus terdapat pada sistem pencernaan beberapa hewan, antara lain burung, cacing tanah, dan beberapa jenis ikan. Bagian perut ini terbentuk dari dinding tebal dan berotot. Fungsi: Menggiling makanan yang masuk.
-Lambung: Bagian ini selalu ada di organ pencernaan semua makhluk hidup. Fungsi: Menghancurkan dan mencerna makanan dengan bantuan enzim pencernaan.
-Usus: Sama seperti lambung, bagian yang panjang ini juga selalu ada di organ pencernaan semua makhluk hidup. Fungsi: Menyerap air dan sari-sari makanan.
-Kloaka: Lubang terakhir yang berfungsi sebagai satu-satunya lubang untuk: saluran pencernaan, urin, dan (umumnya) genital pada spesies hewan tertentu. Semua spesies burung, reptilia, dan amfibi memiliki kloaka yang digunakan untuk mengeluarkan urin dan feses (kotoran sisa pencernaan).

1. Serangga
Serangga merupakan salah satu kelas avertebrata  yang bagian tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Contoh serangga: belalang, kupu-kupu, tawon, dan lain-lain.

  • Sistem pencernaan serangga masih sederhana, yaitu terdiri dari: Mulut - Esofagus - Tembolok - Empedal - Lambung - Usus - Anus.

  • Proses pencernaan pada serangga adalah sebagai berikut.
  1. Makanan masuk dan dikunyah di dalam mulut.
  2. Makanan yang sudah dikunyah masuk ke tembolok, untuk disimpan sementara.
  3. Makanan yang disimpan, masuk ke empedal (lambung pengunyah), untuk dilumat/dihancurkan.
  4. Setelah hancur, makanan masuk ke lambung, untuk dicerna oleh enzim.
  5. Dari lambung makanan akan diserap sari-sarinya di dalam usus.
  6. Sisa-sisa makanan yang tidak dibutuhkah oleh tubuh dikeluarkan/dibuang dari dalam tubuh lewat anus.

2. Ruminansia (Hewan Memamah Biak)
Hewan pemamah biak adalah sekumpulan hewan pemakan tumbuhan (mamalia herbivora, contoh: sapi, kambing, rusa, kerbau, kuda, dll) yang mencerna makanannya dalam dua langkah:
-Pertama, dengan menelan bahan mentah (rumput, daun, dll) yang akan masuk ke dalam perut besar.
-Kedua, mengeluarkan kembali makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi di dalam mulut.

Sistem pencernaan pada ruminansia kompleks. Hewan ruminansia memiliki 4 macam lambung (Rumen, Retikulu, Omasum, Abomasum), yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Secara langkap, organ yang berperan dalam pencernaan pada hewan ruminansia yaitu: Mulut - Esofagus - Rumen (Perut besar) - Retikulum (Perut Jala) - Omasum (Perut Kitab) - Abomasum (Perut Masam) - Usus halus - Usus besar - Rectum - Anus.

  • Proses pencernaan pada hewan ruminansia adalah sebagai berikut.
    1. Tahap 1. Makanan masuk dan dikunyah di dalam mulut, dengan bantuan gigi dan air liur.
    2. Makanan yang sudah dikunyah akan melalui kerongkongan/esofagus dan masuk ke rumen (perut besar), untuk dicerna dengan bantuan bakteri dan disimpan sementara.
    3. Tahap 2. Saat istirahat, makanan di dalam rumen akan kembali masuk ke mulut melalui esofagus untuk dikunyah untuk kedua kalinya.
    4. Makanan yang sudah dikunya 2x, akan masuk ke retikulum (perut jala) untuk mengalami proses: fermentasi (penguraian) oleh bakteri dan penyaringan benda asing.
    5. Makanan berlanjut masuk ke omasum (perut kitab), untuk dicerna dan dihaluskan dengan bantuan enzim pencernaan. Selain itu terjadi juga proses absorpsi/penyerapan air.
    6. Makanan akan kembali dicerna oleh enzim di dalam abomasum (perut masam). Di bagian ini juga terjadi proses mematikan bakteri jahat.
    7. Selesai dicerna di dalam keempat lambung, makanan akan diserap sari-sarinya di dalam usus halus.
    8. Sisa-sisa makanan yang tidak dibutuhkah oleh tubuh dikeluarkan/dibuang dari dalam tubuh lewat anus.

3. Ikan, Katak, Reptilia, Burung, dan Mamalia Lain

A. Ikan
Sama halnya dengan serangga, sistem pencernaan ikan masih sederhana, walaupun alat pencernaan yang digunakan berbeda.
Sistem pencernaan ikan terdiri dari: Mulut - Kerongkongan - Lambung - Usus - Anus.



B. Katak dan reptilia
Sistem pencernaan pada katak dan reptilia hampir sama seperti pada mamalia. Namun, katak dan reptilia tidak memiliki anus, sehingga sisa-sisa pencernaan makanan dibuang melalui lubang kloaka (yang juga digunakan untuk tempat pembuangan air seni)Sistem pencernaan katak terdiri dari: Mulut - Kerongkongan - Lambung - Usus Halus - Usus Besar - Kloaka.
C. Burung

Sama seperti katak dan reptilia, burung/unggas tidak memiliki anus, sehingga sisa-sisa pencernaan makanan dibuang melalui lubang kloaka. Namun, secara garis besar, sistem pencernaan pada burung mirip dengan sistem pencernaan pada serangga, yaitu terdiri dari: Mulut - Kerongkongan- Tembolok -  Lambung - Empedal -Usus - Kloaka.


Sistem pencernaan pada mamalia sudah lengkap. Contoh mamalia adalah manusia, sedangkan hewannya adalah kelinci, kucing, dll.

Sistem pencernaan pada mamalia terdiri dari: Mulut - Kerongkongan - Lambung - Usus Halus - Usus Besar - Rectum - Anus.






=======================================================================

B. Organ-organ Pencernaan pada Manusia dan Fungsinya

Sistem pencernaan pada manusia terdiri dari atas organ-organ tertentu dengan fungsinya masing-masing yang berbeda-beda satu sama lain.
Organ pecencernaan manusia terdiri dari:
1. Mulut
2. Kerongkongan
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum dan Anus

1. Mulut
Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke mulut. Mulut berfungsi untuk menghancurkan makanan sehingga ukurannya cukup kecil dan dapat ditelan dalam perut. Di dalam mulut terjadi proses pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi. Di dalam mulut terdapat:
-Lidah: Berfungsi untuk membantu mengunyah dan menelan makanan menuju ke kerongkongan. Berperan dalam pencernaan mekanik. Lidah tersusun atas otot lurik yang permukannya dilapisi epitelum dengan banyak kelenjar lendir (mukosa)
-Gigi: Berfungsi untuk menghaluskan makanan. Berperan dalam pencernaan mekanik. Gigi tersusun dari kalsium karbonat. Gigi membantu enzim-enzim pencernaan agar makanan lebih mudah dicerna dengan cepat dan efisien. Gigi manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Saat muda, gigi manusia terdiri dari 20 gigi susu: 8 buah gigi seri (insisivus), 4 buah gigi taring (canivus), dan buah gigi geraham kecil (premolar). Gigi susu lama-lama akan tanggal pada usia 6-12 tahun dan digantikan dengan Gigi Tetap/Gigi Permanen dengan penambahan 12 gigi tambahan sehingga jumlahnya menjadi 32 gigi.
-Kelenjar Ludah (Air liur): Berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan dengan membasahi dan melumasi makanan. Selain itu ludah juga berfungsi melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basa.

2. Kerongkongan
Kerongkongan merupakan saluran yang berfungsi untuk memindahkan makanan dari mulut ke lambung. Di dalamnya terdapat gerak meremas-remas makanan (gerak peristaltik) yang berfungsi untuk mendorong makanan sedikit demi sedikit ke dalam lambung. Makanan berada di kerongkongan hanya sekitar 6 detik. Kerongkongan terbentuk atas otot lurik. Panjang kerongkongan kurang lebih sekitar 25 cm. Di dalam kerongkongan terdapat epiglotis, yang berbentuk gelambir dan berfungsi untuk membuka/menutup agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan saat kita makan.

3. Lambung
Merupaakan kantong besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut sebagai tempat terjadinya proses pencernaan makanan. Lambung terdiri dari tiga bagian yaitu: 
-Bagian atas (kardiak), terletak di dekat hati dan berhubungan dengan kerongkongan.
-Bagian tengah (fundus), dan 
-Bagian bawah (pilorus), yang berhubungan langsung dengan usus dua belas jari.
Fungsi lambung adalah:
-Penghasil enzim pepsinogen (bentuk tidak aktif enzim pepsin)
-Dindingnya penghasil asam klorida (HCl): Membunuh mikroorganisme, menciptakan zat asam lambung, mengaktifkan pepsionegen menjadi enzim pepsin (enzim yang mengubah molekul protein menjadi potongan protein (pepton)).
-Permukaan lambung menghasilkan lendir, untuk melindungi lambung dari enzim pepsin.
-Pada bayi, terdapat 2 enzim yaitu: renin (untuk menggumpalkan protein susu) dan kasein (untuk memecah lemak dalam susu dengan bantuan kalsium dan lipase)
Di dalam lambung terdapat gerakan mengaduk hingga lambung menjadi kosong. Semakin banyak makanan dalam lambung, gerakan dalam lambung pun semakin giat. Jika lambung kosong, tidak ada apapun yang diaduk di dalam lambung sehingga menimbulkan bunyi dan rasa sedikit sakit/lapar. Makanan bertahan di dalam lambung selama 3-4 jam, sebelum dikeluarkan menuju usus dua belas jari, 


4. Usus Halus
Usus halus terdiri dari 3 bagian, yaitu: 
-Usus dua belas jari (duodenum): terjadi proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein.
-Usus kosong (jejunum): terjadi sedikit proses penyerapan (absorpsi). 
-Usus penyerapan (ileum): terjadi sebagian besar proses penyerapan (absorpsi). Terdapat jonjot-jonjot usus (vili) yang berfungsi memperluas daerah penyerapan sehingga sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan lebih cepat.

Pada ujung usus dua belas jari, terdapat pankreas dan saluran empedu. Pankreas menghasilkan getah pankreas yang menghasilkan enzim-enzim pankreas, yaitu:
-Enzim amilase (amilophsin): mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula (maltosa)
-Enzim pankreas (steapsin): mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
-Enzim tripsinogen: Menjadi tripsin, dan mengubah protein dan pepton menjadi tripsin dipeptida dan asam amino yang bisa diserap usus halus.

Kantong empedu berfungsi untuk menyimpan cairan empedu yang dihasilkan hati. Cairan empedu memiliki garam empu dan zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin). Garam empu bertugas untuk mengemulsi lemak, sedangkan empedu berfungsi untuk memberi warna kuning pada tinja dan urin.

Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan enzim pencernaan. Enzim yang terdapat di dalam usus halus adalah sebagai berikut:
-Maltase: mengubah maltosa menjadi glukosa
-Laktase: mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
-Sukrase: mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
-Tripsin: mengubah pepton menjadi asam amino
-Enterokinasi: mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin

Sari makanan diserap saat mencapai akhir usus halus. Sisa makanan yang tidak diserap, perlahan-lahan akan bergerak menuju usus besar.


5. Usus Besar
Fungsi usus besar adalah untuk:
-Menyerap air dan mineral serta elektrolit
-Pembentukan vitamin K (dengan bantuan bakteri Escherichia coli)
-Tempat terjadinya proses pembusukan makanan menjadi kotoran (dengan bantuan bakteri Escherichia coli)
-Melakukan gerak peristaltik untuk mendorong tinja menuju anus.

Di usus besar terdapat usus buntu (aspendiks). Selain itu, usus besar menghasilkan lendir yang berfungsi untuk menyerap air dan elektrolit dari tinja. Saat di usus besar, isi usus berupa cairan, lalu menjadi padat saat sampai ke rektum. Terdapat bakteri di usus besar yang berfungsi untuk membantu penyerapan zat gizi. Beberapa penyakit dan antibiotik dapat menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri di usus besar sehingga menimbulkan iritasi sehingga kandungan air dan lendir pada tinja lebih banyak dan terjadilah diare. 


6. Rektum dan Anus
Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Biasanya rektum kosong, karena tinja disimpan di dalam kolon desendens. Jika kolon desendens penuh, maka tinja akan turun dan masuk rektum sehingga timbul keinginan untuk buang air besar. 

Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan. Sebagian anus terbentuk dari permukaan kulit. Terdapat cincin berotot (sfingterani) yang menjaga agar anus tetap tertutup.


====================================================================

C. Rangkuman Proses Pencernaan pada Manusia
  1. Makanan dihancurkan di dalam mulut menggunakan gigi dengan dibantu air liur.
  2. Makanan yang telah lebih halus akan didorong melewati kerongkongan dengan bantuan gerak peristaltik dan masuk ke dalam lambung.
  3. Di dalam lambung, makanan dicerna menjadi bentuk sederhana dengan bantuan enzim.
  4. Makanan yang telah halus sempurna tersebut kemudian masuk ke dalam usus halus untuk diserap sari-sarinya.
  5. Sisa penyerapan dari usus halus, kemudian masuk ke dalam usus besar untuk diserap airnya dan dibuang zat-zat sisanya.
  6. Sisa pencernaan kemudian dibuang melalui anus.


Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 5 SD, Tema 3, Subtema 1 tentang Organ Pencernaan pada Hewan dan Manusia. Semoga bermanfaat! 😁
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar :)

Postingan Populer