Blog-nya Mba Ani yang berisi: "Rangkuman Materi, Soal Latihan, dan Pendalaman Materi SD (Kurikulum 2013)"

Selasa, 22 Oktober 2019

IPA Kelas 6 SD Tema 6 Subtema 1: Masyarakat Peduli Lingkungan

A. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran dan jumlah sel di dalam tubuh.
Perkembangan adalah proses pendewasaan/pematangan organ-organ tubuh.

Pertumbuhan dapat diamati dari ukuran tubuh manusia yang terus bertambah tingga dan besar. Misalnya, berat tubuh saat bayi dan balita berbeda dengan berat manusia saat remaja.
Pertumbahan bersifat irreversible. Artinya, pertumbuhan tidak akan menurun/berkurang ukurannya, sehingga makhluk hidup tidak akan kembali ke bentuknya yang sebelumnya. Misalnya, tinggi ayah adalah 170 cm. Maka selamanya tinggi ayah akan selalu 170 cm, kecuali ayah menderita kelainan tulang yang membuatnya bungkuk.

Perkembangan dapat diamati dari bertambahnya/berubahnya fungsi organ tubuh manusia. Contoh perkembangan adalah kemampuan manusia dari yang awalnya tidak bisa berjalan/berbicara, menjadi bisa.
Perkembangan bersifat reversible. Artinya, perkembangan dapat terjadi berulang-ulang atau kembali ke awal/bentuk sebelumnya. Misalnya, ketika kambing sudah melahirkan, maka bentuk badannya akan kembali seperti sebelum melahirkan hingga akhirnya kambing tersebut hamil kembali. 
Proses pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu:
Masa bayi - Balita - Anak-anak - Remaja - Dewasa - Lansia
  1. Bayi (0 Tahun)
    Bayi adalah m
    anusia yang baru lahir dan sangat bergantung pada orang tuanya. Bayi belum dapat berjalan dan biasanya masih mengonsumsi ASI (Air Susu Ibu) pada umur 0-6 bulan dan makanan lunak pendamping ASI (MPASI) saat berusia di atas 6 bulan.
  2. Balita (Bawah Lima Tahun). Pada masa balita biasanya, manusia biasanya sudah dapat berjalan, melompat, berlari, dan mulai pandai berbicara/berkomunikasi dengan orang lain.
  3. Anak-anak (5-12 Tahun)Pada masa anak-anak ini, manusia cenderung sudah mulai mandiri dan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan.
  4. Remaja (12-21 Tahun)
    Remaja adalah
    masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini manusia mulai mengalami pubertas
  5. Dewasa (21-60 Tahun)
    Setelah melalui masa pubertas, manusia akan menjadi manusia dewasa. Pada masa ini, manusia sudah mampu berpikir secara matang, sudah mulai berkeluarga dan memiliki keturunan.
  6. Lansia (Lebih dari 60 Tahun)
    Lansia merupakan singkatan dari lanjut usia. Pada masa ini, manusia mulai beruban, kulit keriput, massa otot dan tulang menurun, penglihatan dan pendengaran berkurang.
=======================================================================

B. Pubertas pada Masa Remaja

Masa pubertas adalah masa perubahan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa pubertas terjadi pada masa remaja. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Semua manusia pasti akan mengalami masa pubertas dalam hidupnya.

Pada masa pubertas, tubuh seorang anak akan mengalami beberapa perubahan, seperti perubahan fisik dan tingkah laku. Perubahan-perubahan ini dipengaruhi oleh hormon dalam tubuhHormon adalah zat yang dihasilkan oleh tubuh untuk mengendalikan proses-proses tertentu yang ada di dalam tubuh. 

Pubertas dialami pada masa remaja. Menurut WHO (World Health Organization), masa pubertas dimulai dari sekitar umur 10-19 tahun. Pada masa pubertas, organ reproduksi manusia akan mulai mengalami perkembangan. Baik pada laki-laki maupun perempuan akan mengalami perubahan fisik yang cepat dan bertahap. 

Laki-laki dan perempuan memiliki ciri-ciri pubertas yang berbeda. Selain perubahan fisik, pada masa pubertas, manusia akan mengalami perubahan pola pikir. Pada saat pubertas, umumnya kita berkeinginan untuk mencoba hal baru. Tingkah laku manusia saat pubertas juga akan mengalami perubahan.

=====================================================================

C. Ciri-ciri Fisik Remaja pada Masa Pubertas

Perubahan yang terjadi pada fisik remaja di masa pubertas merupakan hal yang wajar dan tidak ada yang perlu ditakuti. Meski demikian, ada beberapa perbedaan pada ciri-ciri fisik remaja laki-laki dan perempuan yang sedang dalam masa pubertas, seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.



=====================================================================


Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 6, Subtema 1 tentang Masyarakat Peduli Lingkungan. Semoga bermanfaat! 😁
Share:

Sabtu, 19 Oktober 2019

IPA Kelas 6 SD Tema 5 Subtema 3: Ayo, Belajar Berwirausaha

A. Medan Magnet

Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet. Di daerah inilah magnet memiliki kekuatan untuk menarik benda.

Medan magnet tidak terlihat tetapi ada cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui letak daerah medan magnet ini. Caranya adalah dengan menaburkan serbuk besi di sekitar magnet. Serbuk besi yang ada di sekitar magnet akan membentuk garis gaya magnet.

Hasilnya kurang lebih seperti gambar di bawah ini.
=======================================================================

B. Cara Membuat Magnet

Benda yang dapat digunakan untuk membuat magnet adalah besi dan baja. Seperti yang sudah dibahas di pos sebelumnya, besi lebih mudah untuk dibuat magnet, tetapi akan cepat hilang juga sifat kemagnetannya. Sedangkan baja sebaliknya, akan lebih sulit dan lama untuk dibuat magnet, tapi sifat kemagnetannya akan bertahan lama.

Ada 3 macam cara untuk membuat magnet yaitu: gosokan, induksi, dan aliran listrik.
  1. Membuat magnet dengan gosokan
    Caranya adalah dengan menggosokkan magnet secara searah pada benda magnetis, seperti besi dan baja. Gosokkan dilakukan secara searah dan harus selalu menggunakan kutub yang sama. Jangan berubah-ubah. Semakin lama waktu penggosokkan, maka akan semakin kuat dan lama sifat kemagnetan besi atau baja tersebut.
  2. Membuat magnet dengan induksi

    Caranya adalah dengan mendekatkan benda magnetis pada magnet seperti pada gambar di atas. Contohnya: paku, besi batangan, pipa bisa, dll. Besi didekatkan dengan magnet, lalu secara otomatis besi tersebut akan memiliki kekuatan gaya magnet dan dapat menarik benda-benda magnetis lainnya, seperti paku kecil atau peniti. Namun, perlu diketahui bahwa sifat kemagnetan pada magnet yang dibuat secara induksi adalah sementara. Jika magnet dilepas, maka sifat kemagnetan pada besi dan paku juga akan hilang dan mereka kembali menjadi logam biasa seperti semula.
  3. Membuat magnet dengan aliran listrik

    Caranya adalah dengan melilitkan kabel yang sudah dialiri listrik pada benda magnetis yang akan dibuat magne, misalnya silinder besi. Kedua ujung kabel/kawat dihubungkan dengan baterai atau sumber energi listrik yang lain. Magnet yang dibuat dengan dialiri listrik ini disebut dengan elektromagnet. Elektromagnet dapat menarik benda magnetis lain jika terhubung dengan sumber listrik. Sama seperti induksi, jika sumber listrik dilepas, maka sifat kemagnetannya pun akan hilang.
    Elektromagnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada telepon, pengeras suara, krane, dan peralatan rumah sakit (alat USG, EKG, dll).
=======================================================================
Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 5, Subtema 3 tentang Ayo Belajar Berwirausaha. Semoga bermanfaat! 😁
Share:

IPA Kelas 6 SD Tema 5 Subtema 2: Usaha di Sekitarku

A. Benda Magnetis dan Benda Nonmagnetis

Benda Magnetis: Benda yang dapat ditarik oleh magnet. Terbuat dari logam, seperti baja dan besi. Logam yang tidak dapat ditarik magnet adalah aluminium dan tembaga.

Benda NonmagnetisBenda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Terbuat dari bahan nonlogam, seperti plastik, karet, kayu, dan kaca.

Sesuai kekuatannya, bahan untuk membuat benda magnetis dibedakan menjadi 3:

  1. Bahan ferrromagnetik, bahan yang ditarik kuat oleh magnet. Contohnya adalah besi, baja, kobalt, dan nikel.
  2. Bahan paramagnetik, bahan yang ditarik lemah oleh magnet. Contohnya adalah alumunium dan platina.
  3. Bahan diamagnetik, bahan yang ditolak lemah oleh magnet. Contohnya adalah seng, bismuth, dan natrium klorida.

=======================================================================

B. Kegunaan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

Magnet memiliki banyak kegunaan. Magnet dapat ditemukan pada peralatan yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Magnet dihubungkan dengan benda magnetis agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Contoh penggunaan magnet pada kehidupan sehari-hari:

  1. Pin kulkas berisi magnet agar dapat menempel di pintu kulkas yang terbuat dari besi.
  2. Di dalam karet pintu kulkas terdapat magnet. Pintu kulkas dapat menempel erat pada bingkai pintu yang terbuat dari besi.
  3. Penjepit tas berisi magnet agar tas dapat tertutup dengan rapat.
  4. Tangkai obeng mengandung magnet sehingga memudahkan pemasangan mur.
  5. Jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara dan selatan geografis bumi.


Cara Kerja Kompas Menggunakan Medan Magnet Bumi. 
Jarum kompas yang terbuat dari magnet selalu menunjuk arah utara dan selatan. Jarum ini memiliki kutub utara dan selatan. Medan magnet bumi memberikan gaya magnet kepada jarum kompas. Kutub utara jarum kompas menunjuk ke arah kutub utara geografis bumi. 
  • Kutub utara geografis bumi sebetulnya merupakan kutub selatan  magnet bumiBegitu juga sebaliknya, kutub selatan geografis bumi, sebetulnya merupakan kutub utara magnet bumi. 
  • Oleh karena itu, jarum utara pada kompas akan menujuk ke arah selatan magnet bumi (arah utara geografis bumi), akibat tertarik oleh kutub selatan magnet bumi. Dan sebaliknya.

Jarum pada kompas terbuat dari magnet dan berbentuk kecil dan ringan agar dapat melayang di air atau minyak. Tujuannya adalah agar kedua ujung kompas dapat ditarik dengan mudah oleh kutub-kutub magnet bumi tanpa adanya hambatan/gesekan. Kekuatan gaya magnet yang ditimbulkan oleh magnet bumi sangatlah kecil sehingga perlu dilakukan upaya agar jarum kompas dapat bergerak dengan mudah saat ditarik oleh magnet. 

Membuat kompas juga dapat dilakukan dengan cara mengikatkan tali pada tengah magnet hingga setimbang dan dalam keadaan horizontal, lalu menggantungnya. Magnet secara otomatis akan bergerak dengan sendirinya, menunjuk ke arah utara dan selatan geografis bumi.

====================================================================


Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 5, Subtema 2 tentang Usaha di Sekitarku. Semoga bermanfaat! 😁
Share:

IPA Kelas 6 SD Tema 5 Subtema 1: Kerja Keras Berbuah Kesuksesan

A. Pengertian Magnet dan Bentuk Magnet

Magnet adalah benda yang dibuat dari besi atau baja yang dapat menarik benda-benda dari bahan tertentu. Contoh penggunaan magnet di kehidupan sehari-hari: hiasan tempelan kulkas, pintu kulkas, penutup tempat pensil, dan kompas.

Magnet sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu magnesia yang memiliki arti batu dari magenisia. Magenisia sebenarnya adalah sebuah wilayah di yunani, yang awalnya diberi nama manisa. Menurut sejarah, di sanalah pertama kali ditemukan batu magnet dari alam dan termasuk magnet tetap. Pada saat ini magnet yang ada di pasaran merupakan magnet buatan yang memang sengaja dibuat untuk mempermudah peralatan manusia.

  • Magnet memiliki gaya tarik-menarik yang disebut dengan gaya magnet. 
  • Magnet memiliki 2 kutub, yaitu: Kutub Utara dan Kutub Selatan.
  • Gaya magnet terkuat berada pada kedua kutubnya. 
  • Gaya magnet terlemah berada pada tengah magnet.
Berdasarkan cara terbentuknya, magnet dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Magnet Alam: Magnet yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Jadi, memang sudah ada dengan sendirinya di alam ini. Contoh: Magnet bumi, juga Gunung Ida di Magnesia yang sudah terbukti mampu menarik benda-benda yang ada di sekitarnya.
  2. Magnet Buatan: Magnet yang sengaja dibuat oleh manusia, dengan memanfaatkan bahan magnetik kuat dari logam, seperti besi dan baja. 
Magnet buatan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
-Magnet sementara (remanen). Magnet ini merupakan magnet yang memiliki sifat kemagnetan hanya sementara, yaitu hanya terjadi selama proses pembuatannya. Magnet sementara terbuat dari bahan yang relatif lebih lunak, sehingga mudah dijadikan magnet, tapi mudah juga kehilangan sifat kemagnetannya. Misalnya, proses membuat elektromagnet dengan melilitkan kawat tembaga pada kawat yang dialiri listrik dari baterai. Contoh bahan magnet sementara adalh besi,
-Magnet tetap (permanen). Magnet ini memiliki sifat kemagnetannya bersifat permanen. Jadi, meskipun proses pembuatan magnet sudah berhenti, magnet permanen akan tetap memiliki sifat kemagnetan (seperti menarik benda, dll). Magnet tetap terbuat dari bahan yang keras seperti baja, sehingga logam ini cenderung sukar untuk dijadikan magnet di awal pembuatan. Namun, jika sudah menjadi magnet, sifat kemagnetannya akan bertahan lama. Magnet permanen banyak digunakan dalam loudspeaker (pengeras suara), alat ukur listrik, pita kaset, dan disket.

Bentuk magnet ada bermacam-macam, yaitu: tabung, jarum, lingkaran, huruf U, batang, dan cincin.


=======================================================================

B. Sifat-sifat Magnet

Magnet memiliki 2 kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Gaya Magnet memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

  1. Kutub magnet yang sejenis/senama (U dengan U atau S dengan S), jika didekatkan akan tolak-menolak.
  2. Kutub magnet yang berbeda jenis/tidak senama (U dengan S atau S dengan U), jika didekatkan akan tarik-menarik.
  3. Gaya tarik atau gaya tolak yang paling besar berada pada ujung magnet atau kutub-kutub magnet.
  4. Magnet dapat menarik benda-benda yang terbuat dari logam, seperti besi, baja, dan nikel.
Namun, ternyata sifat magnet bisa menghilang. jika ada hal tertentu yang membuatnya hilang, seperti magnet tersebut terbakar atau juga sering sekali terjatuh, maka secara langsung magnet akan melemah dan menghilang secara bertahap.
====================================================================


Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 5, Subtema 1 tentang Kerja Keras Berbuah Kesuksesan. Semoga bermanfaat! 😁
Share:

Rabu, 02 Oktober 2019

IPA Kelas 6 SD Tema 4 Subtema 2: Globalisasi dan Manfaatnya

Cara-cara Menghemat Energi Listrik

Globalisasi tidak hanya membawa perubahan pada cara berpikir manusia, kebiasaan hidup, kemajuan teknologi, dan adat istiadat tetapi juga berpengaruh pada peningkatan kebutuhan listrik yang sangatlah pesat. Kemajuan teknologi dengan pemanfaatan listrik memang sangat meringankan dan membantu pekerjaan manusia, tetapi penggunaan listriknya yang besar mendorong manusia untuk menjadi konsumtif dan bergantung pada listrik hingga lalai untuk berhemat.

Saat ini, banyak bermunculan masalah pemborosan energi. Penyebabnya 80% disebabkan oleh faktor sumber daya manusia yang kurang memahami dampak dari pemborosan energi bagi kelangsungan hidup manusia di masa depan. Sedangkan penyebab 20% sisanya adalah faktor kesalahan teknis.

Indonesia merupakan negara yang boros dalam penggunaan energi, bahkan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Hal ini tercermin dalam indeks elastisitas energi. Skor Indonesia lebih tinggi dibandingakan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, bahkan dengan negara maju. Hal ini menunjukkan perlunya kesadaran masyarakat untuk menurunkan konsumsi energi secara boros.

Dampak pemborosan energi adalah peningkatan suhu global, yang dapat berakibat pada:
-terjadi kenaikan permukaan air laut menaik karena terjadi pencairan es di kutub
-meningkatnya intensitas fenomena cuaca ekstrem
-lebih lamanya cuaca panas daripada cuaca dingin
-hilangnya gletser
-dll

Semakin meningkatkanya kebutuhan manusia akan listrik, seharusnya diiringi dengan meningkatnya tanggung jawab manusia dalam memanfaatkan listrik secara bijak dan hemat. Upaya penghematan energi dapat dilakukan dengan mulai membiasakan melakukan hal-hal kecil yang bertujuan untuk penghematan listrik, seperti:

  • Membatasi waktu menonton TV
  • Mematikan kipas angin atau pendingin ruangan ketika udara sedang sejuk
  • Mencabut kabel dari stopkontak apabila sudah tidak digunakan
  • Jangan membiarkan pengisi daya telepon selular atau laptop tetap tersambung di stopkontak ketika sudah tidak digunakan
  • Menggantu lampu dengan daya lampu yang lebih kecil
  • Mematikan sakelar lampu ketika kondisi ruangan cukup cahaya

Selain itu, kita juga harus menggunakan listrik secara bijak dengan berbagai cara, seperti:
  • Memasang daya listrik di ruang sesuai keperluan
  • Menggunakan peralatan elektronik yang mempunyai daya (watt) kecil
  • Mengganti lampu dengan lampu hemat energi
  • Menggunakan alat elektronik secara bergantian
  • Memanfaatkan cahaya matahari untuk menerangi rumah pada pagi hingga sore hari.

Di sekitar kita, ada 3 jenis lampu yang beredar, yaitu: 


  1. Lampu pijar, yaitu lampu yang berasal dari pemanasan filamen (sejenis logam) sehingga menghasilkan cahaya.
  2. Lampu neon atau CFL (Compact Fluorescent Ligth), merupakan jenis lampu yang cahayanya berasal dari pendaran fosfor karena adanya radiasi ultraviolet dari uap/gas merkuri yang teraliri listrik.
  3. Lampu LED (Light Emiting Diode), merupakan jenis lampu yang cahayanya berasal dari pancaran cahaya diode.
Di antara ketiga lampu di atas, LED merupakan jenis lampu yang memiliki tingkat efisiensi listrik paling tinggi. Artinya, LED menggunakan energi listrik yang jauh lebih hemat dibandingkan 2 jenis lampu lainnya. Lampu LED digunakan untuk penerangan rumah dan jalan, lampu lalu lintas, dan ruangan di gedung-gedung.

Upaya penghematan listrik menjadi kewajiban setiap manusia, dari muda hingga muda, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri kita, melatih adik-adik kita, juga mengingatkan orang tua kita untuk menggunakan energi listrik secara bijak dan hemat. Selain itu, kewajiban lainnya adalah dengan membayar biaya tagihan listrik secara tepat waktu dan dengan selalu waspada dan hati-hati ketika menggunakan listrik, terutama saat memasang kabel/stopkontak. Jangan sampai iseng bermain-main dengan kabel listrik atau berani memasang stopkontak ketika tangan dalam kondisi basah.

Penduduk pedesaan dan perkotaan memiliki cara mereka sendiri dalam berhemat listrik. Penduduk pedesaan menghemat listrik dengan cara menggunakan lampu berdaya kecil, agar konsumsi listriknya juga kecil. Sedangkan penduduk perkotaan, berhemat energi dengan mulai merancang rumah minimalis yang tidak membutuhkan banyak energi listrik sebagai penerangan.

=======================================================================


Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 4, Subtema 2 tentang Globalisasi dan Manfaatnya. Semoga bermanfaat! 😁
Share:

IPA Kelas 6 SD Tema 4 Subtema 1: Globalisasi di Sekitarku

A. Proses Menghantarkan Energi Listrik

Globalisasi berpengaruh pada kemajuan teknologi yang ditandai dengan banyaknya penemuan. Sebagian besar penemuan zaman sekarang, memerlukan energi listrik untuk membuatnya bekerja.
  • Energi listrik adalah energi yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir melalui hantaran. 
  • Sumber utama energi listrik adalah pembangkit listrik, seperti PLTA (tenaga air), PLTB, (tenaga bayu), PLTS (tenaga surya), PLTU (tenaga uap). Contoh PLTA: PLTA Jatiluhur, PLTA Singkarak di Sumatera Barat, dan PLTA Musi di Bengkulu. Pada pusat pembangkit listrik di waduk-waduk besar, energi listrik yang dihasilkan sangat besar hingga dapat memenuhi kebutuhan listrik warga di banyak wilayah. 
  • Komponen utama pada semua pembangkit listrik adalah turbin dan generator/dinamo. Turbin terhubungan dengan generator. Dengan bantuan aliran air, angin, atau uap, turbin akan bergerak hingga menghasilkan energi gerak yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh generator/dinamo. Listrik tersebut kemudian disalurkan ke rumah-rumah melalui proses transmisi listrik.
  • Pembangkit listrik mikrohidro: pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber energi alternatif dari aliran air yang ada di lingkungan sekitar. Contoh: di daerah pedesaan yang belum terjangkau aliran listrik dari pemerintah, warga terkadang membuat pembangkit listrik secara mandiri dengan memanfaatkan aliran air sungai/air terjun di daerahnya. Aliran air akan memutarkan kincir air. Kincir air akan menggerakkan turbin, hingga menghasilkan listrik. Pembangkit listrik ini hanya cukup memenuhi kebutuhan listrik untuk warga di sekitar sungai/air terjun saja. 


Skema Cara Kerja PLTA



Keterangan Skema:
  1. Sungai/kolam tandon, sebagai penampungan air.
  2. Pintu masuk air,dari sungai/waduk/tandon.
  3. Katup pengaman, berfungsi sebagai katup pengatur masuknya air.
  4. Headrace tunnel, pipa antara tandon dan sebelum masuk penstock.
  5. Penstock (pipa pesat), untuk mengalirkan dan mengarahkan air ke turbin serta untuk mendapatkan tekanan energi yang besar.
  6. Tangki pengaman air, berfungsi sebagai pengaman tekanan air, jika tiba-tiba air naik saat katup pengatur ditutup. 
  7. Main stop valce, berfungsi sebagai katup pengatur tubin.
  8. Turbin, mengubah energi potensial air menjadi energi gerak kinetik.
  9. Generator, menghasilkan energi listrik dari energi gerak.
  10. Transformer, untuk transfer energi listrik antar dua sirkuit dengan induksi elektromagnetik
  11. Saluran transmisi, penyalur energi listrik ke konsumen.

Cara Kerja PLTA:
  1. Aliran air sungai/air terjun/waduk (no. 1) sebagai sumber energi listrik akan masuk ke pipa no. 2, no. 4, dan no. 5 hingga sampai ke turbin (no. 8) dan menggerakkan turbin. Perubahan yang terjadi adalah perubahan dari energi potensial gerak menjadi energi kinetik.
  2. Gerakan kincir angin pada turbin (no. 8), akan menggerakkan dinamo/generator (no.9) yang kemudian akan membangkitkan listrik. Kecepatan turbin berputar disesuaikan dengan kecepatan aliran air (diatur oleh katup pengaman no. 3). Semakin cepat aliran airnya, maka turbin akan berputar semakin cepat sehingga energi listrik yang dihasilkan akan semakin besar). 
  3. Terjadi perubahan energi gerak (yang dihasilkan oleh turbin) menjadi energi listrik (setalah diubah oleh dinamo/generator), yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah melalui proses transmisi listrik (lihat gambar no. 10 dan no. 11).

=======================================================================
Penemu Pembangkit Listrik: Nikola Tesla

Nikola Tesla seorang berkebangsaan Yugoslavia, adalah penemu sistem pembangkit dan transmisi listrik pada tahun 1895. Sejak kecil Nikola memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang berbagai hal. Ia sangat menyukai matematika dan fisika. Ia pernah bekerjasama dengan Thomas Alva Edison dan merancang 24 jenis dinamo. Setelah Michael Faraday menemukan energi listrik, Nikola mengembangkan penemuan tersebut dengan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pertama di dunia. PLTA tersebut memanfaatkan air terjun Niagara di Amerika. Maka sejak saat itu listrik pun menerangi dunia hingga sekarang. 

=======================================================================

B. Proses Menyalurkan Energi Listrik

Listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik biasanya disalurkan hingga ke rumah-rumah, gedung perkantoran, dan pabrik. Besarnya jumlah energi listrik yang dihasilkan berbeda-beda sesuai dengan jumlah kebutuhan.

Perhatikan skema penyaluran energi listrik berikut beserta keterangannya!
Keterangan:
*) Tahap I: Di Pembangkit Listrik
Di pusat pembangkit listrik, terjadi proses perubahan energi gerak menjadi energi listrik. Turbin dan generator merupakan komponen utama dalam beberapa jenis pembangkit listrik. Contohnya di PLTA. Energi kinetik yang dihasilkan oleh aliran air diubah menjadi energi listrik oleh generator.

*) Tahap 2: Di Transformator Penaik Tegangan
Setelah energi listrik dihasilkan, energi disalurkan  ke transformator penaik tegangan melalui saluran penghantar. Di sini energi listrik dinaikkan tegangannya hingga 500 kV oleh generator. Hal ini diperlukan agar arus listrik yang mengalir di saluran tidak terlalu tinggi. Dengan demikian perpindahan arus listrik berlangsung secara efektif dan efisien.

*) Tahap 3: Di Gardu Induk
Melalui SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), listrik dialirkan ke Gardu Induk. Di sini tegangan listrik diturunkan menjadi tegangan menengah 20 kV oleh transformator penurun tegangan. Manfaat SUTET adalah untuk menyalurkan energi listri dari pusat-pusat pembangkit listrik yang jaraknya jauh menuju ke pusat-pusat distribusi sehingga energi listrik dapat disalurkan dengan efisien.

*) Tahap 4: Di Gardu Distribusi (Penurun Tegangan)
Gardu distribusi terdiri dari tiang-tiang listrik yang akan mengalirkan listrik ke rumah-rumah penduduk melalui kabel listrik. Di sini, energi listrik kembali diturunkan lagi tegangannya menjadi tegangan rendah 220 Volt. Tegangan listrik sebesar ini sudah sesuai dengan kebutuhan di rumah. Setelah itu, energi listrik dialirkan ke rumah-rumah dan industri melalui jaringan distribusi.

*) Tahap 5: Di Rumah

Nah, energi listrik sudah sampai di rumahmu. Kamu dapat memanfaatkannya untuk menonton TV, mendinginkan lemari es, menyeterika, penerang ruangan, dan lain-lain. Perjalanan yang panjang, dan tentunya membutuhkan biaya yang juga besar. Itulah mengapa, kalian harus bijak dan hemat dalam pemakaian listrik.

====================================================================
C. Rangkuman Proses Menyalurkan Energi Listrik ke Pabrik dan ke Rumah




Keterangan:
  1. Energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA siap untuk disalurkan ke pabrik, gedung-gesung perkantoran, sekolah, dan rumah-rumah penduduk. 
  2. Energi listrik disalurkan terlebih dahulu melalui kabel-kabel besar yang terpasang di menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Hal ini dikarenakan energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA memiliki tegangan cukup tinggi.
  3. Energi listrik kemudian masuk ke transformator (trafo). Trafo merupakan alat listrik yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan. Pada tahap ini, energi listrik dinaikkan tegangannya.
  4. Energi listrik disalurkan ke dalam pabrik-pabrik terlebih dahulu karena pabrik biasanya membutuhkan energi listrik yang besar untuk keperluan produksi.
  5. Energi listrik kemudian masuk kembali ke dalam transformator (trafo). Namun, trafo yang ini bertugas untuk menurunkan tegangan listrik. Tujuannya agar tidak terjadi kelebihan energi listrik saat akan disalurkan ke gedung perkantoran dan rumah-rumah penduduk.
  6. Energi listrik dari transformator penurun tegangan diterima oleh gedung perkantoran dan rumah-rumah penduduk.
Dalam menyalurkan energi listrik, terkadang terjadi gangguan, yang mengakibatkan terputusnya penyaluran listrik ke tempat-tempat yang membutuhkan. Hal ini tentu akan mengganggu aktivitas di dalam pabrik, perkantoran, dan rumah-rumah. 

Penyebab terganggunya proses penyaluran listrik dapat disebabkan oleh peristiwa alam, seperti tersambar atau gempa bumi yang mengakibatkan rusaknya salah satu komponen alat yang berhubungan dengan penyaluran listrik. Oleh karena itu, antisipasi yang dilakukan oleh tempat-tempat yang memerlukan energi listrik dalam jumlah besar (seperti pabrik dan rumah sakir) adalah dengan memasang pembangkit listrik cadangan yang khusus hanya bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut.


Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 4, Subtema 1 tentang Globalisasi di Sekitarku. Semoga bermanfaat! 😁
Share:

Postingan Populer