Blog-nya Mba Ani yang berisi: "Rangkuman Materi, Soal Latihan, dan Pendalaman Materi SD (Kurikulum 2013)"

Rabu, 06 November 2019

IPA Kelas 5 SD Tema 4 Subtema 2: Gangguan Kesehatan pada Organ Peredaran Darah

A. Gangguan Kesehatan pada Jantung dan Pembuluh Darah Manusia


Sistem peredaaran darah manusia tersusun atas jantung, pembuluh darah, dan darah. Jika salah satu organ mengalami gangguan, maka peredaran darah akan mengalami gangguan dan tidak dapat bekerja dengan baik. Gangguan kesehatan dapat terjadi di jantung, pembuluh darah, atau darah sebagai berikut.

1. Jantung Koroner
  • Pengertian: penyumbatan pada pembuluh darah oleh berbagai macam zat, misalnya lemak dan zat kapur. Penyumbatan ini menyebabkan aliran darah ke jantung terhambat sehingga jantung tidak dapat bekerja dengan baik.
  • Gejala: sesak napas, nyeri pada bagian tertentu, cepat lelah.
  • Penyebab: pola makan dan hidup tidak sehat, usia lanjut, aktivitas yang berlebihan, dll.


  • 2. Hipertensi dan Hipotensi
    Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 mmHg sampai dengan 120/80 mmHg. Angka 90 atau 120 menunjukkan tekanan darah pada saat jantung berkontraksi. Sedangkan angka 60 atau 80 menunjukkan tekanan darah pada saat jantung berelaksasi. 

    Jika tekanan darah kita kurang dari 90/60 mmHg atau lebih dari 120/80 mmHg, maka tekanan darah kita tidak normal (hipertensi = darah tinggi atau hipotensi = darah rendah).
    • Hipertensi
      Pengertian
      : Kondisi ketika  tekanan darah di dalam pembuluh arteri meningkat, yaitu lebih dari 120/80 mmHg. Nama lainnya adalah Darah Tinggi.
      Penyebab: Usia lanjut, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, jarang berolahraga, dan stress
    • Hipotensi
      Pengertian: Kondisi ketika tekanan darah di dalam pemburuh arteri menurun, yaitu kurang dari 80/60 mmHg. Nama lainnya adalah Darah Rendah.
      Penyebab: Usia, kondisi cuaca, dan efek samping obat-obatan.

    3. Varises
  • Pengertian: Munculnya benjolan pada kulit, berwarna keunguan akibat adanya gangguan/hambatan pada pembuluh darah vena dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Varises paling sering dijumpai di kaki.
  • Gejala: Adanya benjolan, pegal-pegal, rasa panas dan perih, serta lelah di bagian tungkai.
  • Penyebab: faktor keturunan, terlalu lama berdiri, atau terlalu lama duduk bersila.

  • =======================================================================

    B. Gangguan Kesehatan pada Darah Manusia

    *) Faktor Nonketurunan (bukan keturunan)
    1. Anemia
  • Pengertian: Penyakit yang disebabkan oleh kurangnya sel darah merah dalam tubuh. 
  • Gejala: Mudah cepat lelah, lemas, lesu, letih, lunglai (5L), sakit kepala, dan wajah terlihat pucat.
  • Penyebab: Pendarahan yang hebat, kekurangan zat besi, dan gangguan pembuatan sel darah merah pada tulang. 

  • 2. Leukimia
  • Pengertian: Kondisi ketika jumlah sel darah putih lebih banyak daripada sel darah merah, sehingga sel darah putih cenderung akan bersifat ganas bahkan memakan sel darah merah itu sendiri. Akibatnya, tubuh akan kekurangan sel darah merah.
  • Gejala: Anemia, darah sukar membeku, sering mengalami perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah/memar, rentan terkena infeksi, nyeri pada persendiannya atau di bagian tulang belakang, sakit kepala yang intens, nafsu makan menurun sehingga berat badan turun secara drastis.
  • Penyebab: Produksi sel darah putih yang berlebihan pada dalam sumsum tulang. 

  • 3. Demam Berdarah
  • Pengertian: Infeksi virus dengue yang menyerang komponen darah, yaitu trombosit/keping-keping darah. Akibat infeksi tersebut jumlah trombosit dan sel darah putih menurun.
  • Gejala: Penderitanya dapat mengalami pendarahan. 
  • Penyebab: Virus dengue yang masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aides aigepty dan Aides albopictus. 

  • Cara mencegah gangguan darah yang bersifat nonketurunan: Hidup bersih dan sehat, menerapkan 3M (menguras bak mandi, menutup bak/genangan air, mengubur barang-barang bekas/sampah, dan memakai kelambu)*)


    *) Faktor Keturunan
    1. Hemofilia
  • Pengertian: Penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah. Saat terjadi luka, penderita hemofilia akan mengalami perdarahan lebih lama diandingkan orang normal.
  • Gejala: Darah sukar membeku saat terjadi luka.
  • Penyebab: kurangnya protein dalam darah.
  • Cara penanganan: memberikan obat sesuai anjuran dokter, yang berfungsi untuk mencegah timbulnya perdarahan maupun untuk mengobati saat terjadi perdarahan

  • 2. Thalasemia
  • Pengertian: Kelainan pada darah yang tidak dapat memproduksi hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah yang berguna untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. 
  • Gejala: Mudah merasa lelah, lemah, hingga sesak napas, anemia.
  • Penyebab: Pada penderita thalasemia, sel darah merah tidak berfungsi dengan baik dan mudah rusak sehingga oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuh tidak cukup.


  • Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 5 SD, Tema 4, Subtema 2 tentang Gangguan Kesehatan pada Organ Peredaran Darah. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    Selasa, 05 November 2019

    IPA Kelas 5 SD Tema 4 Subtema 1: Peredaran Darahku Sehat


    A. Organ Peredaran Darah pada Manusia dan Fungsinya


    Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh. Tugas jantung: memompa darah ke seluruh tubuh. Fungsi darah  adalah:
    • Mengedarkan oksigen dan zat makanan yang diperlukan untuk metabolisme ke seluruh tubuh. Metabolisme adalah segala proses pembentukan dan pengeluaran zat dalam tubuh.
    • Membawa hasil metabolisme seperti karbondioksida untuk dibuang ke luar tubuh.

    Sistem Peredaran Darah: Proses mengalirnya darah yang dipompa oleh jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sistem peredaran darah tersusun atas: jantung, pembuluh darah, dan darah.


    1. Jantung dan Pembuluh Darah
    Bagian dan fungsi jantung
    Fungsi jantung: memompa darah ke seluruh tubuh, melalui proses kontraksi (menguncup) dan relaksasi (mengembang) secara berulang-ulang.

    *) Hal yang terjadi pada saat Relaksasi:
    Di serambi: darah penuh Karbondioksida (CO2) dari seluruh tubuh masuk ke serambi kanan, sedangkan darah dari paru-paru yang kaya Oksigen (O2) akan masuk serambi kiri.

    *) Hal yang terjadi pada saat Kontraksi:
    Di serambi: darah dari serambi kanan masuk ke bilik kanan, sedangkan darah dari serambi kiri akan masuk bilik kiri.
    Di bilik: darah dari bilik kanan masuk ke paru-paru, sedangkan darah dari bili kiri akan menuju ke seluruh tubuh.

    Ketika mengalir, darah melalui berada di dalam pembuluh darah. Pembuluh darah terdiri dari 3 jenis:

    1. Arteri: pembuluh yang dialiri darah yang meninggalkan jantung (dari jantung ke seluruh tubuh dan paru-paru)
    2. Kapiler: pembuluh yang dialiri darah dari sel-sel tubuh.
    3. Vena: pembuluh yang dialiri darah yang menuju/masuk ke jantung (dari paru-paru dan seluruh tubuh menuju jantung)
    Perbedaan pembuluh darah arteri dan vena dapat dilihat pada tabel berikut.
    Berdasarkan alirannya, darah mengalami 2 macam peredaran, yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.
    1. Peredaran darah besar (Jantung - Seluruh tubuh - Jantung)Peredaran darah ini dimulai dari bilik kiri jantung, membawa darah yang penuh O2 untuk diedarkan ke seluruh tubuh hingga kembali lagi ke jantung (serambi kanan) dengan membawa darah penuh CO2.
      Urutannya: Darah penuh oksigen (O2) yang berasal dari bilik kiri (jantung) - aorta (arteri terbesar) - kapiler seluruh tubuh - vena atas dan bawah - serambi kanan (jantung) membawa darah penuh karbondioksida (CO2).
    2. Peredaran darah kecil (Jantung - Paru-paru - Jantung)Peredaran darah ini dimulai dari bilik kanan jantung, membawa darah yang penuh CO2 untuk dibawa ke paru-paru hingga kembali lagi ke jantung (serambi kiri) dengan membawa darah penuh O2.
      Urutannya: Darah penuh karbondioksia (CO2) yang berasal dari bilik kanan (jantung) - arteri paru-paru - paru -paru vena paru-paru serambi kiri (jantung) membawa darah penuh oksigen (O2).







    2. Darah
    Darah tersusun atas:
    *) Plasma darah: Bagian dari darah yang berfungsi untuk membawa sel darah. Warnanya sedikit kuning dan tersusun dari air dan zat-zat terlarut. Sebagian besar (55%) darah terdari dari plasma darah.
    *) Sel-sel darah: penyusun darah selain plasma darah. Terdiri dari:
    1. Sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengikat oksigen ke dalam darah menggunakan hemoglobin (Hb).
    2. Sel darah putih (leukosit), berfungsi untuk melindungi tubuh dengan menyerang benda asing yang masuk ke tubuh melalui luka. Sel darah putih yang sudah mati akan menjadi nanah. Oleh karena itu, terkadang muncul nanah saat kita terluka.
    3. Keping-keping darah (trombosit), berfungsi dalam membantu pembekuan luka.
    Jadi, fungsi darah adalah sebagai berikut:
    1. Mengedarkan zat makanan ke seluruh tubuh (dilakukan oleh plasma darah)
    2. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh (dilakukan oleh eritrosit)
    3. Membasmi kuman yang masuk ke dalam tubuh (dilakukan oleh leukosit)
    4. Menutup luka (dilakukan oleh trombosit)
    =======================================================================

    B. Peredaran Darah Hewan dan Fungsinya

    Organ-organ peredaran darah hewan terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Peredaran darah pada hewan terdiri dari 2 macam, yaitu peredaran darah terbuka dan peredaran darah tertutup.

    • Peredaran darah terbuka: darah tidak selalu berada di dalam pembuluh darah dan tekanan aliran darahnya lebih lambat.
    • Peredaran darah tertutup: darah selalu berada dalam pembuluh darah dan tekanan aliran darahnya lebih cepat.
    1. Serangga
    • Sistem peredaran darahnya terbuka.
    • Darah serangga (hemolimfa) mengisi seluruh rongga tubuh dan berfungsi mengedarkan zat makanan.
    • Memiliki jantung dan pembuluh darah. Struktur jantung masih sederhana sehingga disebut jantung pembuluh.
    2. Cacing
    • Sistem peredaran darahnya tertutup. 
    • Memiliki pembuluh darah dan jantung pembuluh. Jantung cacing memompa darah dari jantung menuju pembuluh darah bagian atas, bawah, dan terakhir ke seluruh tubuh.
    3. Ikan
    • Sistem peredaran darahnya tertutup.
    • Jantung ikan memiliki 2 ruang (1 serambi dan 1 bilik). Bilik memompa darah ke arah insang untuk mengambil O2, lalu diedarkan ke seluruh tubuh. Serambi menerima darah kaya akan CO2 dari seluruh tubuh.
    4. Amfibi
    • Sistem peredaran darahnya tertutup.
    • Jantung amfibi memiliki 3 ruang (2 serambi dan 1 bilik). Darah kaya O2 dari paru-paru bercampur di dalam bilik dengan CO2 dari serambi. Darah kaya O2 dipompa ke seluruh tubuh, sedangkan darah kaya CO2 akan dipompa le paru-paru.

    5. Reptilia, burung, mamalia
    • Sistem peredaran daranya tertutup.
    • Jantungnya terdiri dari 4 ruang (2 serambi dan 2 bilik.
    • Pada reptilia, sekat antara bilik kiri dan bilik kanan belum sempurna, sehingga terjadi percampuran darah kaya O2 dan kaya CO2.
    • Pada burung dan mamalia, dua serambi dan dua biliknya sudah terpisah sempurna.

    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 5 SD, Tema 4, Subtema 1 tentang Peredaran Darahku Sehat. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    Selasa, 22 Oktober 2019

    IPA Kelas 6 SD Tema 6 Subtema 1: Masyarakat Peduli Lingkungan

    A. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

    Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran dan jumlah sel di dalam tubuh.
    Perkembangan adalah proses pendewasaan/pematangan organ-organ tubuh.

    Pertumbuhan dapat diamati dari ukuran tubuh manusia yang terus bertambah tingga dan besar. Misalnya, berat tubuh saat bayi dan balita berbeda dengan berat manusia saat remaja.
    Pertumbahan bersifat irreversible. Artinya, pertumbuhan tidak akan menurun/berkurang ukurannya, sehingga makhluk hidup tidak akan kembali ke bentuknya yang sebelumnya. Misalnya, tinggi ayah adalah 170 cm. Maka selamanya tinggi ayah akan selalu 170 cm, kecuali ayah menderita kelainan tulang yang membuatnya bungkuk.

    Perkembangan dapat diamati dari bertambahnya/berubahnya fungsi organ tubuh manusia. Contoh perkembangan adalah kemampuan manusia dari yang awalnya tidak bisa berjalan/berbicara, menjadi bisa.
    Perkembangan bersifat reversible. Artinya, perkembangan dapat terjadi berulang-ulang atau kembali ke awal/bentuk sebelumnya. Misalnya, ketika kambing sudah melahirkan, maka bentuk badannya akan kembali seperti sebelum melahirkan hingga akhirnya kambing tersebut hamil kembali. 
    Proses pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu:
    Masa bayi - Balita - Anak-anak - Remaja - Dewasa - Lansia
    1. Bayi (0 Tahun)
      Bayi adalah m
      anusia yang baru lahir dan sangat bergantung pada orang tuanya. Bayi belum dapat berjalan dan biasanya masih mengonsumsi ASI (Air Susu Ibu) pada umur 0-6 bulan dan makanan lunak pendamping ASI (MPASI) saat berusia di atas 6 bulan.
    2. Balita (Bawah Lima Tahun). Pada masa balita biasanya, manusia biasanya sudah dapat berjalan, melompat, berlari, dan mulai pandai berbicara/berkomunikasi dengan orang lain.
    3. Anak-anak (5-12 Tahun)Pada masa anak-anak ini, manusia cenderung sudah mulai mandiri dan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan.
    4. Remaja (12-21 Tahun)
      Remaja adalah
      masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini manusia mulai mengalami pubertas
    5. Dewasa (21-60 Tahun)
      Setelah melalui masa pubertas, manusia akan menjadi manusia dewasa. Pada masa ini, manusia sudah mampu berpikir secara matang, sudah mulai berkeluarga dan memiliki keturunan.
    6. Lansia (Lebih dari 60 Tahun)
      Lansia merupakan singkatan dari lanjut usia. Pada masa ini, manusia mulai beruban, kulit keriput, massa otot dan tulang menurun, penglihatan dan pendengaran berkurang.
    =======================================================================

    B. Pubertas pada Masa Remaja

    Masa pubertas adalah masa perubahan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa pubertas terjadi pada masa remaja. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Semua manusia pasti akan mengalami masa pubertas dalam hidupnya.

    Pada masa pubertas, tubuh seorang anak akan mengalami beberapa perubahan, seperti perubahan fisik dan tingkah laku. Perubahan-perubahan ini dipengaruhi oleh hormon dalam tubuhHormon adalah zat yang dihasilkan oleh tubuh untuk mengendalikan proses-proses tertentu yang ada di dalam tubuh. 

    Pubertas dialami pada masa remaja. Menurut WHO (World Health Organization), masa pubertas dimulai dari sekitar umur 10-19 tahun. Pada masa pubertas, organ reproduksi manusia akan mulai mengalami perkembangan. Baik pada laki-laki maupun perempuan akan mengalami perubahan fisik yang cepat dan bertahap. 

    Laki-laki dan perempuan memiliki ciri-ciri pubertas yang berbeda. Selain perubahan fisik, pada masa pubertas, manusia akan mengalami perubahan pola pikir. Pada saat pubertas, umumnya kita berkeinginan untuk mencoba hal baru. Tingkah laku manusia saat pubertas juga akan mengalami perubahan.

    =====================================================================

    C. Ciri-ciri Fisik Remaja pada Masa Pubertas

    Perubahan yang terjadi pada fisik remaja di masa pubertas merupakan hal yang wajar dan tidak ada yang perlu ditakuti. Meski demikian, ada beberapa perbedaan pada ciri-ciri fisik remaja laki-laki dan perempuan yang sedang dalam masa pubertas, seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.



    =====================================================================


    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 6, Subtema 1 tentang Masyarakat Peduli Lingkungan. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    Sabtu, 19 Oktober 2019

    IPA Kelas 6 SD Tema 5 Subtema 3: Ayo, Belajar Berwirausaha

    A. Medan Magnet

    Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet. Di daerah inilah magnet memiliki kekuatan untuk menarik benda.

    Medan magnet tidak terlihat tetapi ada cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui letak daerah medan magnet ini. Caranya adalah dengan menaburkan serbuk besi di sekitar magnet. Serbuk besi yang ada di sekitar magnet akan membentuk garis gaya magnet.

    Hasilnya kurang lebih seperti gambar di bawah ini.
    =======================================================================

    B. Cara Membuat Magnet

    Benda yang dapat digunakan untuk membuat magnet adalah besi dan baja. Seperti yang sudah dibahas di pos sebelumnya, besi lebih mudah untuk dibuat magnet, tetapi akan cepat hilang juga sifat kemagnetannya. Sedangkan baja sebaliknya, akan lebih sulit dan lama untuk dibuat magnet, tapi sifat kemagnetannya akan bertahan lama.

    Ada 3 macam cara untuk membuat magnet yaitu: gosokan, induksi, dan aliran listrik.
    1. Membuat magnet dengan gosokan
      Caranya adalah dengan menggosokkan magnet secara searah pada benda magnetis, seperti besi dan baja. Gosokkan dilakukan secara searah dan harus selalu menggunakan kutub yang sama. Jangan berubah-ubah. Semakin lama waktu penggosokkan, maka akan semakin kuat dan lama sifat kemagnetan besi atau baja tersebut.
    2. Membuat magnet dengan induksi

      Caranya adalah dengan mendekatkan benda magnetis pada magnet seperti pada gambar di atas. Contohnya: paku, besi batangan, pipa bisa, dll. Besi didekatkan dengan magnet, lalu secara otomatis besi tersebut akan memiliki kekuatan gaya magnet dan dapat menarik benda-benda magnetis lainnya, seperti paku kecil atau peniti. Namun, perlu diketahui bahwa sifat kemagnetan pada magnet yang dibuat secara induksi adalah sementara. Jika magnet dilepas, maka sifat kemagnetan pada besi dan paku juga akan hilang dan mereka kembali menjadi logam biasa seperti semula.
    3. Membuat magnet dengan aliran listrik

      Caranya adalah dengan melilitkan kabel yang sudah dialiri listrik pada benda magnetis yang akan dibuat magne, misalnya silinder besi. Kedua ujung kabel/kawat dihubungkan dengan baterai atau sumber energi listrik yang lain. Magnet yang dibuat dengan dialiri listrik ini disebut dengan elektromagnet. Elektromagnet dapat menarik benda magnetis lain jika terhubung dengan sumber listrik. Sama seperti induksi, jika sumber listrik dilepas, maka sifat kemagnetannya pun akan hilang.
      Elektromagnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada telepon, pengeras suara, krane, dan peralatan rumah sakit (alat USG, EKG, dll).
    =======================================================================
    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 5, Subtema 3 tentang Ayo Belajar Berwirausaha. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    IPA Kelas 6 SD Tema 5 Subtema 2: Usaha di Sekitarku

    A. Benda Magnetis dan Benda Nonmagnetis

    Benda Magnetis: Benda yang dapat ditarik oleh magnet. Terbuat dari logam, seperti baja dan besi. Logam yang tidak dapat ditarik magnet adalah aluminium dan tembaga.

    Benda NonmagnetisBenda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Terbuat dari bahan nonlogam, seperti plastik, karet, kayu, dan kaca.

    Sesuai kekuatannya, bahan untuk membuat benda magnetis dibedakan menjadi 3:

    1. Bahan ferrromagnetik, bahan yang ditarik kuat oleh magnet. Contohnya adalah besi, baja, kobalt, dan nikel.
    2. Bahan paramagnetik, bahan yang ditarik lemah oleh magnet. Contohnya adalah alumunium dan platina.
    3. Bahan diamagnetik, bahan yang ditolak lemah oleh magnet. Contohnya adalah seng, bismuth, dan natrium klorida.

    =======================================================================

    B. Kegunaan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

    Magnet memiliki banyak kegunaan. Magnet dapat ditemukan pada peralatan yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Magnet dihubungkan dengan benda magnetis agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

    Contoh penggunaan magnet pada kehidupan sehari-hari:

    1. Pin kulkas berisi magnet agar dapat menempel di pintu kulkas yang terbuat dari besi.
    2. Di dalam karet pintu kulkas terdapat magnet. Pintu kulkas dapat menempel erat pada bingkai pintu yang terbuat dari besi.
    3. Penjepit tas berisi magnet agar tas dapat tertutup dengan rapat.
    4. Tangkai obeng mengandung magnet sehingga memudahkan pemasangan mur.
    5. Jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara dan selatan geografis bumi.


    Cara Kerja Kompas Menggunakan Medan Magnet Bumi. 
    Jarum kompas yang terbuat dari magnet selalu menunjuk arah utara dan selatan. Jarum ini memiliki kutub utara dan selatan. Medan magnet bumi memberikan gaya magnet kepada jarum kompas. Kutub utara jarum kompas menunjuk ke arah kutub utara geografis bumi. 
    • Kutub utara geografis bumi sebetulnya merupakan kutub selatan  magnet bumiBegitu juga sebaliknya, kutub selatan geografis bumi, sebetulnya merupakan kutub utara magnet bumi. 
    • Oleh karena itu, jarum utara pada kompas akan menujuk ke arah selatan magnet bumi (arah utara geografis bumi), akibat tertarik oleh kutub selatan magnet bumi. Dan sebaliknya.

    Jarum pada kompas terbuat dari magnet dan berbentuk kecil dan ringan agar dapat melayang di air atau minyak. Tujuannya adalah agar kedua ujung kompas dapat ditarik dengan mudah oleh kutub-kutub magnet bumi tanpa adanya hambatan/gesekan. Kekuatan gaya magnet yang ditimbulkan oleh magnet bumi sangatlah kecil sehingga perlu dilakukan upaya agar jarum kompas dapat bergerak dengan mudah saat ditarik oleh magnet. 

    Membuat kompas juga dapat dilakukan dengan cara mengikatkan tali pada tengah magnet hingga setimbang dan dalam keadaan horizontal, lalu menggantungnya. Magnet secara otomatis akan bergerak dengan sendirinya, menunjuk ke arah utara dan selatan geografis bumi.

    ====================================================================


    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 5, Subtema 2 tentang Usaha di Sekitarku. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    IPA Kelas 6 SD Tema 5 Subtema 1: Kerja Keras Berbuah Kesuksesan

    A. Pengertian Magnet dan Bentuk Magnet

    Magnet adalah benda yang dibuat dari besi atau baja yang dapat menarik benda-benda dari bahan tertentu. Contoh penggunaan magnet di kehidupan sehari-hari: hiasan tempelan kulkas, pintu kulkas, penutup tempat pensil, dan kompas.

    Magnet sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu magnesia yang memiliki arti batu dari magenisia. Magenisia sebenarnya adalah sebuah wilayah di yunani, yang awalnya diberi nama manisa. Menurut sejarah, di sanalah pertama kali ditemukan batu magnet dari alam dan termasuk magnet tetap. Pada saat ini magnet yang ada di pasaran merupakan magnet buatan yang memang sengaja dibuat untuk mempermudah peralatan manusia.

    • Magnet memiliki gaya tarik-menarik yang disebut dengan gaya magnet. 
    • Magnet memiliki 2 kutub, yaitu: Kutub Utara dan Kutub Selatan.
    • Gaya magnet terkuat berada pada kedua kutubnya. 
    • Gaya magnet terlemah berada pada tengah magnet.
    Berdasarkan cara terbentuknya, magnet dibagi menjadi 2 yaitu:
    1. Magnet Alam: Magnet yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Jadi, memang sudah ada dengan sendirinya di alam ini. Contoh: Magnet bumi, juga Gunung Ida di Magnesia yang sudah terbukti mampu menarik benda-benda yang ada di sekitarnya.
    2. Magnet Buatan: Magnet yang sengaja dibuat oleh manusia, dengan memanfaatkan bahan magnetik kuat dari logam, seperti besi dan baja. 
    Magnet buatan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
    -Magnet sementara (remanen). Magnet ini merupakan magnet yang memiliki sifat kemagnetan hanya sementara, yaitu hanya terjadi selama proses pembuatannya. Magnet sementara terbuat dari bahan yang relatif lebih lunak, sehingga mudah dijadikan magnet, tapi mudah juga kehilangan sifat kemagnetannya. Misalnya, proses membuat elektromagnet dengan melilitkan kawat tembaga pada kawat yang dialiri listrik dari baterai. Contoh bahan magnet sementara adalh besi,
    -Magnet tetap (permanen). Magnet ini memiliki sifat kemagnetannya bersifat permanen. Jadi, meskipun proses pembuatan magnet sudah berhenti, magnet permanen akan tetap memiliki sifat kemagnetan (seperti menarik benda, dll). Magnet tetap terbuat dari bahan yang keras seperti baja, sehingga logam ini cenderung sukar untuk dijadikan magnet di awal pembuatan. Namun, jika sudah menjadi magnet, sifat kemagnetannya akan bertahan lama. Magnet permanen banyak digunakan dalam loudspeaker (pengeras suara), alat ukur listrik, pita kaset, dan disket.

    Bentuk magnet ada bermacam-macam, yaitu: tabung, jarum, lingkaran, huruf U, batang, dan cincin.


    =======================================================================

    B. Sifat-sifat Magnet

    Magnet memiliki 2 kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Gaya Magnet memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

    1. Kutub magnet yang sejenis/senama (U dengan U atau S dengan S), jika didekatkan akan tolak-menolak.
    2. Kutub magnet yang berbeda jenis/tidak senama (U dengan S atau S dengan U), jika didekatkan akan tarik-menarik.
    3. Gaya tarik atau gaya tolak yang paling besar berada pada ujung magnet atau kutub-kutub magnet.
    4. Magnet dapat menarik benda-benda yang terbuat dari logam, seperti besi, baja, dan nikel.
    Namun, ternyata sifat magnet bisa menghilang. jika ada hal tertentu yang membuatnya hilang, seperti magnet tersebut terbakar atau juga sering sekali terjatuh, maka secara langsung magnet akan melemah dan menghilang secara bertahap.
    ====================================================================


    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 5, Subtema 1 tentang Kerja Keras Berbuah Kesuksesan. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    Rabu, 02 Oktober 2019

    IPA Kelas 6 SD Tema 4 Subtema 2: Globalisasi dan Manfaatnya

    Cara-cara Menghemat Energi Listrik

    Globalisasi tidak hanya membawa perubahan pada cara berpikir manusia, kebiasaan hidup, kemajuan teknologi, dan adat istiadat tetapi juga berpengaruh pada peningkatan kebutuhan listrik yang sangatlah pesat. Kemajuan teknologi dengan pemanfaatan listrik memang sangat meringankan dan membantu pekerjaan manusia, tetapi penggunaan listriknya yang besar mendorong manusia untuk menjadi konsumtif dan bergantung pada listrik hingga lalai untuk berhemat.

    Saat ini, banyak bermunculan masalah pemborosan energi. Penyebabnya 80% disebabkan oleh faktor sumber daya manusia yang kurang memahami dampak dari pemborosan energi bagi kelangsungan hidup manusia di masa depan. Sedangkan penyebab 20% sisanya adalah faktor kesalahan teknis.

    Indonesia merupakan negara yang boros dalam penggunaan energi, bahkan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Hal ini tercermin dalam indeks elastisitas energi. Skor Indonesia lebih tinggi dibandingakan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, bahkan dengan negara maju. Hal ini menunjukkan perlunya kesadaran masyarakat untuk menurunkan konsumsi energi secara boros.

    Dampak pemborosan energi adalah peningkatan suhu global, yang dapat berakibat pada:
    -terjadi kenaikan permukaan air laut menaik karena terjadi pencairan es di kutub
    -meningkatnya intensitas fenomena cuaca ekstrem
    -lebih lamanya cuaca panas daripada cuaca dingin
    -hilangnya gletser
    -dll

    Semakin meningkatkanya kebutuhan manusia akan listrik, seharusnya diiringi dengan meningkatnya tanggung jawab manusia dalam memanfaatkan listrik secara bijak dan hemat. Upaya penghematan energi dapat dilakukan dengan mulai membiasakan melakukan hal-hal kecil yang bertujuan untuk penghematan listrik, seperti:

    • Membatasi waktu menonton TV
    • Mematikan kipas angin atau pendingin ruangan ketika udara sedang sejuk
    • Mencabut kabel dari stopkontak apabila sudah tidak digunakan
    • Jangan membiarkan pengisi daya telepon selular atau laptop tetap tersambung di stopkontak ketika sudah tidak digunakan
    • Menggantu lampu dengan daya lampu yang lebih kecil
    • Mematikan sakelar lampu ketika kondisi ruangan cukup cahaya

    Selain itu, kita juga harus menggunakan listrik secara bijak dengan berbagai cara, seperti:
    • Memasang daya listrik di ruang sesuai keperluan
    • Menggunakan peralatan elektronik yang mempunyai daya (watt) kecil
    • Mengganti lampu dengan lampu hemat energi
    • Menggunakan alat elektronik secara bergantian
    • Memanfaatkan cahaya matahari untuk menerangi rumah pada pagi hingga sore hari.

    Di sekitar kita, ada 3 jenis lampu yang beredar, yaitu: 


    1. Lampu pijar, yaitu lampu yang berasal dari pemanasan filamen (sejenis logam) sehingga menghasilkan cahaya.
    2. Lampu neon atau CFL (Compact Fluorescent Ligth), merupakan jenis lampu yang cahayanya berasal dari pendaran fosfor karena adanya radiasi ultraviolet dari uap/gas merkuri yang teraliri listrik.
    3. Lampu LED (Light Emiting Diode), merupakan jenis lampu yang cahayanya berasal dari pancaran cahaya diode.
    Di antara ketiga lampu di atas, LED merupakan jenis lampu yang memiliki tingkat efisiensi listrik paling tinggi. Artinya, LED menggunakan energi listrik yang jauh lebih hemat dibandingkan 2 jenis lampu lainnya. Lampu LED digunakan untuk penerangan rumah dan jalan, lampu lalu lintas, dan ruangan di gedung-gedung.

    Upaya penghematan listrik menjadi kewajiban setiap manusia, dari muda hingga muda, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri kita, melatih adik-adik kita, juga mengingatkan orang tua kita untuk menggunakan energi listrik secara bijak dan hemat. Selain itu, kewajiban lainnya adalah dengan membayar biaya tagihan listrik secara tepat waktu dan dengan selalu waspada dan hati-hati ketika menggunakan listrik, terutama saat memasang kabel/stopkontak. Jangan sampai iseng bermain-main dengan kabel listrik atau berani memasang stopkontak ketika tangan dalam kondisi basah.

    Penduduk pedesaan dan perkotaan memiliki cara mereka sendiri dalam berhemat listrik. Penduduk pedesaan menghemat listrik dengan cara menggunakan lampu berdaya kecil, agar konsumsi listriknya juga kecil. Sedangkan penduduk perkotaan, berhemat energi dengan mulai merancang rumah minimalis yang tidak membutuhkan banyak energi listrik sebagai penerangan.

    =======================================================================


    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 4, Subtema 2 tentang Globalisasi dan Manfaatnya. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    IPA Kelas 6 SD Tema 4 Subtema 1: Globalisasi di Sekitarku

    A. Proses Menghantarkan Energi Listrik

    Globalisasi berpengaruh pada kemajuan teknologi yang ditandai dengan banyaknya penemuan. Sebagian besar penemuan zaman sekarang, memerlukan energi listrik untuk membuatnya bekerja.
    • Energi listrik adalah energi yang timbul karena adanya arus listrik yang mengalir melalui hantaran. 
    • Sumber utama energi listrik adalah pembangkit listrik, seperti PLTA (tenaga air), PLTB, (tenaga bayu), PLTS (tenaga surya), PLTU (tenaga uap). Contoh PLTA: PLTA Jatiluhur, PLTA Singkarak di Sumatera Barat, dan PLTA Musi di Bengkulu. Pada pusat pembangkit listrik di waduk-waduk besar, energi listrik yang dihasilkan sangat besar hingga dapat memenuhi kebutuhan listrik warga di banyak wilayah. 
    • Komponen utama pada semua pembangkit listrik adalah turbin dan generator/dinamo. Turbin terhubungan dengan generator. Dengan bantuan aliran air, angin, atau uap, turbin akan bergerak hingga menghasilkan energi gerak yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh generator/dinamo. Listrik tersebut kemudian disalurkan ke rumah-rumah melalui proses transmisi listrik.
    • Pembangkit listrik mikrohidro: pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber energi alternatif dari aliran air yang ada di lingkungan sekitar. Contoh: di daerah pedesaan yang belum terjangkau aliran listrik dari pemerintah, warga terkadang membuat pembangkit listrik secara mandiri dengan memanfaatkan aliran air sungai/air terjun di daerahnya. Aliran air akan memutarkan kincir air. Kincir air akan menggerakkan turbin, hingga menghasilkan listrik. Pembangkit listrik ini hanya cukup memenuhi kebutuhan listrik untuk warga di sekitar sungai/air terjun saja. 


    Skema Cara Kerja PLTA



    Keterangan Skema:
    1. Sungai/kolam tandon, sebagai penampungan air.
    2. Pintu masuk air,dari sungai/waduk/tandon.
    3. Katup pengaman, berfungsi sebagai katup pengatur masuknya air.
    4. Headrace tunnel, pipa antara tandon dan sebelum masuk penstock.
    5. Penstock (pipa pesat), untuk mengalirkan dan mengarahkan air ke turbin serta untuk mendapatkan tekanan energi yang besar.
    6. Tangki pengaman air, berfungsi sebagai pengaman tekanan air, jika tiba-tiba air naik saat katup pengatur ditutup. 
    7. Main stop valce, berfungsi sebagai katup pengatur tubin.
    8. Turbin, mengubah energi potensial air menjadi energi gerak kinetik.
    9. Generator, menghasilkan energi listrik dari energi gerak.
    10. Transformer, untuk transfer energi listrik antar dua sirkuit dengan induksi elektromagnetik
    11. Saluran transmisi, penyalur energi listrik ke konsumen.

    Cara Kerja PLTA:
    1. Aliran air sungai/air terjun/waduk (no. 1) sebagai sumber energi listrik akan masuk ke pipa no. 2, no. 4, dan no. 5 hingga sampai ke turbin (no. 8) dan menggerakkan turbin. Perubahan yang terjadi adalah perubahan dari energi potensial gerak menjadi energi kinetik.
    2. Gerakan kincir angin pada turbin (no. 8), akan menggerakkan dinamo/generator (no.9) yang kemudian akan membangkitkan listrik. Kecepatan turbin berputar disesuaikan dengan kecepatan aliran air (diatur oleh katup pengaman no. 3). Semakin cepat aliran airnya, maka turbin akan berputar semakin cepat sehingga energi listrik yang dihasilkan akan semakin besar). 
    3. Terjadi perubahan energi gerak (yang dihasilkan oleh turbin) menjadi energi listrik (setalah diubah oleh dinamo/generator), yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah melalui proses transmisi listrik (lihat gambar no. 10 dan no. 11).

    =======================================================================
    Penemu Pembangkit Listrik: Nikola Tesla

    Nikola Tesla seorang berkebangsaan Yugoslavia, adalah penemu sistem pembangkit dan transmisi listrik pada tahun 1895. Sejak kecil Nikola memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang berbagai hal. Ia sangat menyukai matematika dan fisika. Ia pernah bekerjasama dengan Thomas Alva Edison dan merancang 24 jenis dinamo. Setelah Michael Faraday menemukan energi listrik, Nikola mengembangkan penemuan tersebut dengan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pertama di dunia. PLTA tersebut memanfaatkan air terjun Niagara di Amerika. Maka sejak saat itu listrik pun menerangi dunia hingga sekarang. 

    =======================================================================

    B. Proses Menyalurkan Energi Listrik

    Listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik biasanya disalurkan hingga ke rumah-rumah, gedung perkantoran, dan pabrik. Besarnya jumlah energi listrik yang dihasilkan berbeda-beda sesuai dengan jumlah kebutuhan.

    Perhatikan skema penyaluran energi listrik berikut beserta keterangannya!
    Keterangan:
    *) Tahap I: Di Pembangkit Listrik
    Di pusat pembangkit listrik, terjadi proses perubahan energi gerak menjadi energi listrik. Turbin dan generator merupakan komponen utama dalam beberapa jenis pembangkit listrik. Contohnya di PLTA. Energi kinetik yang dihasilkan oleh aliran air diubah menjadi energi listrik oleh generator.

    *) Tahap 2: Di Transformator Penaik Tegangan
    Setelah energi listrik dihasilkan, energi disalurkan  ke transformator penaik tegangan melalui saluran penghantar. Di sini energi listrik dinaikkan tegangannya hingga 500 kV oleh generator. Hal ini diperlukan agar arus listrik yang mengalir di saluran tidak terlalu tinggi. Dengan demikian perpindahan arus listrik berlangsung secara efektif dan efisien.

    *) Tahap 3: Di Gardu Induk
    Melalui SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), listrik dialirkan ke Gardu Induk. Di sini tegangan listrik diturunkan menjadi tegangan menengah 20 kV oleh transformator penurun tegangan. Manfaat SUTET adalah untuk menyalurkan energi listri dari pusat-pusat pembangkit listrik yang jaraknya jauh menuju ke pusat-pusat distribusi sehingga energi listrik dapat disalurkan dengan efisien.

    *) Tahap 4: Di Gardu Distribusi (Penurun Tegangan)
    Gardu distribusi terdiri dari tiang-tiang listrik yang akan mengalirkan listrik ke rumah-rumah penduduk melalui kabel listrik. Di sini, energi listrik kembali diturunkan lagi tegangannya menjadi tegangan rendah 220 Volt. Tegangan listrik sebesar ini sudah sesuai dengan kebutuhan di rumah. Setelah itu, energi listrik dialirkan ke rumah-rumah dan industri melalui jaringan distribusi.

    *) Tahap 5: Di Rumah

    Nah, energi listrik sudah sampai di rumahmu. Kamu dapat memanfaatkannya untuk menonton TV, mendinginkan lemari es, menyeterika, penerang ruangan, dan lain-lain. Perjalanan yang panjang, dan tentunya membutuhkan biaya yang juga besar. Itulah mengapa, kalian harus bijak dan hemat dalam pemakaian listrik.

    ====================================================================
    C. Rangkuman Proses Menyalurkan Energi Listrik ke Pabrik dan ke Rumah




    Keterangan:
    1. Energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA siap untuk disalurkan ke pabrik, gedung-gesung perkantoran, sekolah, dan rumah-rumah penduduk. 
    2. Energi listrik disalurkan terlebih dahulu melalui kabel-kabel besar yang terpasang di menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Hal ini dikarenakan energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA memiliki tegangan cukup tinggi.
    3. Energi listrik kemudian masuk ke transformator (trafo). Trafo merupakan alat listrik yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan. Pada tahap ini, energi listrik dinaikkan tegangannya.
    4. Energi listrik disalurkan ke dalam pabrik-pabrik terlebih dahulu karena pabrik biasanya membutuhkan energi listrik yang besar untuk keperluan produksi.
    5. Energi listrik kemudian masuk kembali ke dalam transformator (trafo). Namun, trafo yang ini bertugas untuk menurunkan tegangan listrik. Tujuannya agar tidak terjadi kelebihan energi listrik saat akan disalurkan ke gedung perkantoran dan rumah-rumah penduduk.
    6. Energi listrik dari transformator penurun tegangan diterima oleh gedung perkantoran dan rumah-rumah penduduk.
    Dalam menyalurkan energi listrik, terkadang terjadi gangguan, yang mengakibatkan terputusnya penyaluran listrik ke tempat-tempat yang membutuhkan. Hal ini tentu akan mengganggu aktivitas di dalam pabrik, perkantoran, dan rumah-rumah. 

    Penyebab terganggunya proses penyaluran listrik dapat disebabkan oleh peristiwa alam, seperti tersambar atau gempa bumi yang mengakibatkan rusaknya salah satu komponen alat yang berhubungan dengan penyaluran listrik. Oleh karena itu, antisipasi yang dilakukan oleh tempat-tempat yang memerlukan energi listrik dalam jumlah besar (seperti pabrik dan rumah sakir) adalah dengan memasang pembangkit listrik cadangan yang khusus hanya bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut.


    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 6 SD, Tema 4, Subtema 1 tentang Globalisasi di Sekitarku. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    Senin, 30 September 2019

    IPA Kelas 5 SD Tema 3 Subtema 3: Pentingnya Menjaga Asupan Makanan Sehat

    A. Gangguan pada Organ Pencernaan Manusia

    Sebelum kita kembali membahas tentang gangguan pada organ pencernaan manusia, ayo kita ingat-ingat lagi apa saja organ pencernaan manusia dan fungsinya:

    1. Mulut. Fungsi: Menghancurkan makanan sehingga dapat ditelah di dalam tubuh.
    2. Kerongkongan. Fungsi: Mendorong makanan dari mulut ke lambung.
    3. Lambung. Fungsi: Mencerna makanan, jadi merupakan tempat terjadinya sejumlah proses pencernaan secara kimiawi dengan bantuan enzim pencernaan.
    4. Usus Halus. Fungsi: Tempat penyerapan sari-sari makanan.
    5. Usus Besar. Fungsi: Tempat penyerapan air dan pembusukkan sisa-sisa pencernaan.
    6. Anus. Fungsi: Tempat pembuangan sisa-sisa pencernaan.

    Sistem pencernaan dapat mengalami gangguan. Beberapa faktor yang menyebabkan gangguan sistem pencernaan antara lain:


    1. Kurangnya asupan makanan berserat. 
    • Fungsi makanan berserat: Membantu usus halus untuk menyerap sari-sari makanan dan melancarkan pembuangan kotoran dari dalam tubuh.
    • Jika tubuh kekurangan serat, kita akan mengalami sembelit (sulit buang air besar)
    • Serat daoat ditemukan pada makanan yang berasal dari tumbuhan (sayur, buah, dan kacang-kacangan)
    2. Pola makan yang tidak teratur.
    • Pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan penyakit mag. 
    • Penyakit mag disebabkan oleh asam lambung yang meningkat karena terus-menerus dihasilkan oleh lambung. 
    • Jika tidak digunakan untuk mencerna makanan, asam lambung dapat mengikis dinding lambung dan menimbulkan nyeri. 

    3. Makanan dan minuman yang tidak bersih. 



    • Makanan dan minuman yang tidak bersih telah terkontaminasi bakteri atau virus pada saat proses pengolahannya. Selain itu makanan yang tidak tertutup juga berpeluang lebih besar untuk terjangkit bakteri atau virus.
    • Mengonsumsi makanan dan minuman tidak bersih dapat menimbulkan penyakit diare dan kolera karena bakteri atau virus dalam makanan yang ikut masuk ke dalam tubuh akan menginfeksi sistem pencernaan kita. 
    =======================================================================

    B. Makanan yang Sehat bagi Pencernaan Manusia

    Selain harus bersih, makanan yang kita makan juga harus memiliki kandungan gizi yang seimbang dan dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa contoh makanan yang menyehatkan bagi sistem pencernaan kita adalah buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan/biji-bijian.

    • Buah mengangdung banyak vitamin dan antioksidan untuk mencegah penyakit.
    • Sayuran mengandung banyak serat yang baik untuk melancarkan sistem pencernaan.
    • Biji-bijian mengandung banyak asam laktat dan serat yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus.
    ====================================================================

    C. Penyakit pada Organ Pencernaan

    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 5 SD, Tema 3, Subtema 1 tentang Organ Pencernaan pada Hewan dan Manusia. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    IPA Kelas 5 SD Tema 3 Subtema 2: Pentingnya Makanan Sehat Bagi Tubuh

    A. Gangguan Pada Organ Pencernaan Manusia


    Gangguan pada organ pencernaan manusia dapat terjadi karena penyakit atau kelainan. Penyebab penyakit tersebut dapat berasal dari dalam maupun dari luar tubuh. Selain itu, penyakit pada organ pencernaan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau kondisi lingkungan sekitar yang tidak sehat. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terdapat pada organ tubuh manusia.


    1. Sariawan
    • Pengertian: Infeksi pada lapisan mulut yang disebabkan oleh jamur.
    • Gejala: Luka berwarna putih dan terasa perih
    • Pengobatan: Mengolesi obat sariawan sesuai dengan petunjuk dokter dan makan buah yang mengandung vitamin C.

    2. Sakit Gigi
    • Pengertian: Rasa nyeri yang muncul di dalam atau sekitar gigi dan rahang, yang disebabkan oleh adanya peradangan pada pulpa. Pulpa merupakan lapisan terdalam gigi yang terdiri atas pembuluh darah dan saraf.
    • Gejala: Sakit dan nyeri di gigi, pusing, demam.
    • Penyebab: Pembusukan gigi, luka pada gusi, atau tambalan gigi yang rusak.
    • Pengobatan: Mengolesi obat sariawan sesuai dengan petunjuk dokter dan makan buah yang mengandung vitamin C.

    3. Mag
    • Pengertian: Penyakit dengan rasa nyeri yang berasal dari lambung. 
    • Penyebab: Luka di lambung dikarenakan lambung sering kosong (telat makan sehingga lambung kosong), infeksi bakteri, efek samping dari penggunaan obat-obatan.
    • Pengobatan: Minum obat sesuai dengan resep dokter dan makan secaara teratur.

    4. Sembelit (konstipasi)
    • Pengertian: Kondisi sulit buang air besar.
    • Penyebab: Kurang minum, kurang mengonsumsi makanan berserat, dan asupan serta pola makan yang kurang baik.
    • Pengobatan: Mengubah pola makan dan gaya hidup dengan cara meningkatkan konsumsi makanan berserat, mengonsumsi lebih banyak air putih, dan berolahraga secara teratur.

    5. Diare
    • Pengertian: Penyakit yang ditandai dengan buang air besar yang encer dan lebih sering daripada biasanya. Diare yang parah dapat menyebabkan penderita kehilangan banyak cairan tubuh.
    • Penyebab: Mengonsumsi makanan/minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.
    • Pengobatan: Meminum banyak cairan selama diare berlangsung. Meminum oralit juga dapat menghidari dehidrasi/keehilangan cairan tubuh. Jika diare berlanjut, harus segera periksa dan meminum obat sesuai resep dokter.

    6. Apendisitis (usus buntu)
    • Pengertian: Pembengkakan/peradangan usus buntu.
    • Gejala: Nyeri pada perut sebelah kanan yang menjadi sakit saat ditekan, perut kembung, hilang nafsu makan, meriang, dan mual.
    • Penyebab: Belum diketahui secara pasti, tapi kemungkinannya adalah tersumbatnya pangkal usus buntu oleh kotoran atau karena kelenjar getah bening yang membengkak akibat infeksi. 
    • Pengobatan: Dilakukan operasi pengangkatan usus buntu.

    =======================================================================

    B. Penyebab Gangguan pada Organ Pencernaan Manusia


    Gangguan pada organ pencernaan manusia seringnya disebabkan oleh kebiasaan pola makan atau  kadar kebersihan makanan/minuman yang dikonsumsi. 

    1. Makan tidak teratur
    Pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan gangguan pencernaan, misalnya mag. Mag disebabkan oleh meningkatnya cairan asam yang ada di dalam lambung. Cairan asam lambung yang tinggi akan menimbulkan luka pada dinding lambung, apalagi jika lambung sering dalam keadaan kosong. Luka di lambung inilah yang menimbulkan rasa nyeri pada penderita mag. Oleh karena itu, kita harus makan makanan yang bergizi secara teratur.

    2. Mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak bersih
    Mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak bersih dapat menimbulkan rasa sakit di organ pencernaan. Contoh makanan yang tidak bersih adalah makanan yang dihinggapi lalat. Lalat memiliki kebiasaan hinggap di tempat-tempat kotor seperti sampah, makanan basi, bangkai, dll. Hal itu tentu akan membuat makanan menjadi tidak lebih baik bagi tubuh. Selain itu, meminum minuman yang tidak dimasak hingga matang juga akan menimbulkan sakit. Minuman yang berasal dari air matang cenderung bebas bibit penyakit, karena proses mendidihkan air dapat mematikan kuman dan bibit penyakit.

    3. Mengonsumsi makanan yang telah basi
    Yang dimaksud makanan basi adalah makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau jamur, sehingga makanan tersebut sudah tidak layak makan. Ciri khas makanan yang sudah basi biasanya ditandai dengan perubahan rupa, bau, dan rasa. Makanan basi biasanya mengeluarkan aroma yang tidak sedap, berlendir, dan jika termakan akan terasa lebih asam. Cara yang digunakan untuk mencegah makanan agar tidak cepat basi adalah dengan menyimpannya ke dalam lemari pendingin.

    Beberapa cara yang perlu dilakukan untuk memelihara organ pencernaan:
    • Makan makanan sehat dan bergizi
    • Tidak jajan sembarangan
    • Menjaga kebersihan makanan dan minuman
    • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan


    Sekian dulu rangkuman materi Muatan IPA untuk Kelas 5 SD, Tema 3, Subtema 1 tentang Organ Pencernaan pada Hewan dan Manusia. Semoga bermanfaat! 😁
    Share:

    Minggu, 29 September 2019

    Soal Latihan PTS 1 Muatan IPA Kelas 6 Tema 1, 2, 3


    PERSIAPAN PTS MUATAN IPA SEMESTER 1 KELAS 6 SD/MI
    RUMAH BELAJAR FAMILI

     Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
    1.      Alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berbiji adalah ...
    2.      Bunga dikatakan sempurna jika memiliki ... dan ...
    3.      Bunga dikatakan lengkap jika memiliki ........., dan ....
    4.      Alat perkembangbiakan jantan pada tumbuhan berbunga adalah ....
    5.      Alat perkembangbiakan betina pada tumbuhan berbunga adalah ....
    6.      Tumbuhan jagung dan padi dapat dikembangbiakkan dengan menanam ....
    7.      Pisang dan bambu berkembang biak secara ... menggunakan ....
    8.      Hewan yang berkembang biak dengan tunas adalah ....
    9.      Pada hewan ovovivipar calon anak berkembang di dalam telur yang berada di ... tubuh induk.
    10.  Bunga alamanda dapat dikembangbiakkan secara vegetatif buatan dengan cara ....
    11.  Penyerbukan yang terjadi pada bunga itu sendiri disebut penyerbukan....
    12.  Nama lain dari akar tinggal adalah ..., contoh tanaman yang berkembang biak dengan akar tinggal adalah ....
    13.  Jamur dan paku berkembang biak dengan ....
    14.  Cocor bebek berkembang biak dengan ....
    15.  Tumbuhan yang berkembang biak dengan membelah diri adalah ....
    16.  Bunglon memiliki lidah yang panjang yang berguna untuk ....
    17.  Landak semut memiliki cakar yang berfungsi untuk....
    18.  Teratai memiliki akar hingga ke dasar yang berfungsi untuk ....
    19.  Raflessia arnoldie memiliki bau busuk yang berfungsi untuk ... dan ....
    20.  Batang kaktus menggembung yang berfungsi untuk ....
    21.  Bentuk penyesuaian diri unta adalah memiliki ... yang panjang dan tebal, ... di punggungnya, dan ... yang panjang untuk menyerap air sebanyak-banyaknya dari sari makanan.
    22.  Kura-kura berkembang biak dengan ....
    23.  Semut memiliki tipe mulut ..., sedangkan pada nyamuk adalah ....
    24.  Beruang kutub memiliki rambut yang tebal yang berfungsi untuk ...dan ....
    25.  Contoh tumbuhan yang melindungi dirinya dengan gelugut adalah ... dan ....
    26.  Fungsi getah pada tumbuhan adalah untuk ....
    27.  Biji bunga dandelion berambut halus yang ringan, tujuannya adalah....
    28.  Bentuk paruh pada burung pemakan biji adalah ....
    29.  Contoh burung yang bentuk jari kakinya: 2 jari ke depan, dan 2 jari ke belakang adalah ­....
    30.  Kaktus memiliki akar yang panjang, sebagai bentuk adaptasi terhadap ....
    31.  Tumbuhan paku memiliki stomata daun (hidatoda) yang berfungsi untuk ...pada lingkungan yang lembap.
    32.  Tumbuhan bakau memiliki akar napas dan akar tunjang. Akar napas berfungsi untuk memperoleh ... di atas permakaan air, sedangkan akar tunjang berfungsi untuk ....
    33.  Pada hewan karnivora, struktur giginya terdiri dari gigi ....
    34.  Contoh hewan yang melindungi diri dengan menghasilkan cairan hitam adalah ....
    35.  Manfaat tumbuhan lidah buaya bagi manusia adalah ....
    36.  Tempat untuk melindungi hewan dan tumbuhan langka disebut....
    37.  Contoh nama tempat untuk melindungi hewan dan tumbuhan yaitu ....
    38.  Contoh penggunaan rangkaian lampu seri adalah ... dan ....
    39.  Lampu lalu lintas merupakan rangkaian lampu yang disusun secara ....
    40.  Kuat arus listrik satuannya adalah ..., alat untuk mengukurnya adalah ....
    41.  Besar kecilnya tegangan listrik dapat diukur dengan alat ....
    42.  Dalam kehidupan sehari-hari, manfaat yang didapatkan dari penggunaan rangkaian paralel adalah membuat pengeluaran listrik lebih ... dibandingkan pada penggunaan rangkaian seri.
    43.  Contoh perubahan energi listrik menjadi energi gerak adalah ... dan ....


    Kunci Jawaban:
    1.      Bunga
    2.      Putik dan benangsari
    3.      Putik, benangsari, mahkota, dan kelopak
    4.      Benangsari
    5.      Putik
    6.      Biji
    7.      Vegetatif alami, tunas
    8.      Hydra
    9.      Di dalam tubuh induk
    10.  Merunduk
    11.  Sendiri
    12.  Rizoma, contohnya kunyit, jahe, lengkuas, kencur
    13.  Spora
    14.  Tunas adventif
    15.  Ganggang hijau
    16.  Menangkap mangsa
    17.  Melindungi diri dari pemangsa
    18.  Menjaga keseimbangan agar tidak mudah terbalik atau terbawa arus air
    19.  Menarik serangga untuk membantu penyerbukan dan menjadi mangsa
    20.  Menyimpan cadangan air
    21.  Unta memiliki bulu mata yang panjang dan tebal, punuk di punggungnya, dan usus yang panjang untuk menyerap air sebanyak-banyaknya dari sari makanan.
    22.  Ovipar
    23.  Semut tipe mulut penggigit, sedangkan nyamuk penusuk dan pengisap
    24.  Kamuflase dan melindungi tubuh dari suhu ekstrem
    25.  Bambu, tebu, terung, begonia
    26.  Untuk melengketkan tubuh pemangsa/serangga sehingga sulit bergerak
    27.  Agar mudah terbawa angin sehingga dapat tumbuh menjadi individu baru di tempat lain
    28.  Kecil, tebal, kuat, pendek
    29.  Pelatuk
    30.  Lingkungan kering
    31.  Mempercepat penguapan air
    32.  Akar napas berfungsi untuk memperoleh oksigen di atas permakaan air, sedangkan akar tunjang berfungsi untuk menopang tubuh pohon agar stabil dan tidak terbawa ombak
    33.  Gigi taring
    34.  Cumi-cumi
    35.  Dijadikan shampoo, kosmetik, kerajinan, pelembab wajah, obat, parfum, dll
    36.  Suaka margasatwa, cagar alam
    37.  Ujung Kulon, Ujung genteng, Taman Nasional Bunaken, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Bogor, Taman Nasional Bung Hatta, Taman Nasional Komodo
    38.  Senter, lampu kelap-kelip di hiasan natal, lampu taman
    39.  Paralel
    40.  Kuat arus listrik satuannya adalah ampere, alat untuk mengukurnya adalah amperemeter
    41.  Besar kecilnya tegangan listrik dapat diukur dengan alat voltmeter
    42.  Hemat
    43.  Kipas angin, blender, motor listrik, mixer



    Download Soal Latihan dari G-Drive

    Share:

    Postingan Populer