Blog-nya Mba Ani yang berisi: "Rangkuman Materi, Soal Latihan, dan Pendalaman Materi SD (Kurikulum 2013)"

Rabu, 16 Mei 2012

PKM Zaman Maba (2010)


Makara UI (2)


PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


”Pemanfaatan Briket Kulit Pisang sebagai Bahan Alternatif Baru yang Ekonomis dan Berkulitas”


Bidang Kegiatan:
PKM Kewirausahaan


Diusulkan oleh:

Anifatun Mu’asyaroh                            1006668014    Angkatan 2010
Laeli Nu r Maeni                                  1006669420    Angkatan 2010
Ria Resti Agustina                                1006670340    Angkatan 2010




                    
                    
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2010



HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan                                : Menciptakan Briket Kulit Pisang sebagai bahan bakar Alternatif Baru yang Ekonomis dan Berkualitas
2. Bidang Kegiatan                             : (  ) PKMP        (√) PKMK
  (  ) PKMT        (  ) PKMM
3. Bidang Ilmu                                    : (  ) Kesehatan  (  ) Pertanian
  (  ) MIPA         (  ) Teknologi dan Rekayasa
  (√) Sosial Ekonomi (  ) Humaniora
  (  ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a.    Nama Lengkap               : Ria Resti Agustina
b.   NPM                            : 1006670340
c.    Jurusan                         : Kesehatan Masyarakat
d.   Universitas                     : Universitas Indonesia
e.    Alamat                         : Lundong Karanganyar RT 02/03 Kutowinanun, Kebumen
f.    No. HP                         : 087737803092
g.   Alamat e-mail                : rhesttea_august@yahoo.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan          : 2 orang
6. Biaya Kegiatan Total
            DIKTI                                : Rp. 10.000.000,-
            Jangka Waktu Pelaksanaan   : 10 minggu


Depok, 23 Septeber 2010




Menyetujui,

Manajer Mahalum Kesehatan Masyarakat                     Ketua Pelaksana Kegiatan
Universitas Indonesia                                                                      



(Nisfarwati Volini, SKM. MKM)                                      (Ria Resti Agustina)
NIP 100013011






”Pemanfaatan Briket Kulit Pisang sebagai Bahan Alternatif Baru yang Ekonomis dan Berkulitas”
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Bumi semakin tua. Sumber energi planet ini sudah pasti semakin  terbatas. Kelangkaan sumber energi seperti minyak tanah dan gas LPG sering kali terjadi. Antrean panjang masyarakat untuk memperoleh minyak tanah bukan lagi fenomena langka.
Seperti yang kita tau, sumber energi ini tak lagi dapat diperbaharui. Kita hanya bisa menunngu habis. Pemborosan dan eksploitasi besar-besaran yang tidak mempertimbangkan dampak yang muncul akhir-akhir ini tentu saja mempercepat proses penghabisan sumber daya terbatas ini. Perlahan tapi pasti krisis energi benar-benar terjadi. Ketidakseimbangan antara energi yang dihasilkan dan energi yang digunakan menyebabkan krisis energi semakin parah.
Begitu pula di Indonesia. Kita kaya akan sumber daya alam, tapi rakyat kita begitu sulit memperolah sumber daya tersebut. Misalnya minyak tanah. Antrean panjang dan menumpuknya jerigen minyak tanah hingga berhari-hari menjadi bukti nyata bahwa kita susah sekali memanfaatkan sumber daya terbatas ini. Krisis energi parah pun melanda Indonesia. Minyak tanah langka, tapi tetap dicari meski dengan harga yang fantastis. Meski begitu, justru sebagian besar rakyat negeri, masyarakat bawah pun sulit menjangkau.
Pemerintah pun berusaha mengatasi kelangkaan BBM dengan program peralihan ke LPG. Tabung gas tiga kiloan secara masal diproduksi. Pembagian gratis kompor gas dan LPG mulai direalisasikan. Sayangnya, banyak masyarakat yang tak secara optimal memanfaatkannya. Ketidak amanan dalam penggunaan tabung gas ini memjadi alasan khusus. Proses produksi secara masal yang kurang memperhatikan kualitas dan ulah tangan-tangan jahil dianggap penyebab ketidakamanan tabung tiga kilo ini.
Sebenarnya telah banyak anak bangsa yang berusaha menciptakan sumber energi alternatif yang tak hanya hemat dan efisien tapi juga memperhatikan aspek ramah lingkungan. Dimanfaatkannya ubi, sekam padi, sampah organik sebagai sumber bahan bakar alternatif mulai diaplikasikan. Kulit pisang pun muncul sebagai sumber energi alternatif yang berpeluang besar mengatasi krisis energi yang mulai mengancam. Ini berawal dari banyaknya sampah kulit pisang yang tak termanfaatkan. Siapa sangka, kulit pisang yang selalu kita buang ternyata bisa djadikan sumber energi. Penemuan berawal dari para peneliti dari Universitas Nottingham, Inggris yang menemukan cara untuk mengolah sampah kulit pisang yang banyak terdapat di Afrika, menjadi bahan bakar sumber energi.
Kulit pisang itu diubah menjadi semacam briket yang bisa dibakar dan digunakan untuk memasak, penerangan, dan pemanas ruangan. Penemuan briket dari kulit pisang ini bisa menggantikan penggunaan kayu bakar dan mengurangi penebangan pohon.
Di beberapa negara di Afrika, seperti Rwanda, terdapat banyak sekali pohon pisang. Pisang juga diolah menjadi makanan dan minuman, karena itu banyak terdapat sampah kulit pisang. Agar tidak menjadi sampah yang terbuang percuma, para peneliti memanfaatkannya menjadi bahan bakar yang bisa digunakan oleh masyarakat setempat.
Begitu pula di Indonesia. Kulit pisang cenderung mudah untuk diperoleh. Baik dari konsumsi rumah tangga, penanam buah, pedagang buah, ataupun pemilik usaha kecil gorengan khususnya pisang goring. Jadi terbuka lebar peluang untuk menanfaatkan kulit pisang ini sebagai bahan bakar alternatif yang berperan penting dalam masyarakat.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan paparan latar belakang di atas, beberapa rumusan masalah yang kami jadikan bahasan pada Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang Kewirausahaan ini adalah:
1.      Apakah kulit pisang sudah banyak dimanfaatkan.
2.      Apakah masyarakat sudah banyak mengetahui tentang penggunaan kulit pisang untuk pembuatan briket.
3.      Bagaimana mengolah kulit pisang menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif.
4.      Bagaimana mengajak masyarakat menggunakan briket sebagai bahan bakar usaha kecil maupun keseharian.
5.      Bagaimana mengembangkan briket untuk kewirausahaan.

C. TUJUAN PROGAM
Tujuan dari  Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat  ini adalah:
1.      Mengolah dan memanfaatkan sampah kulit pisang menjadi bahan bakar alternatif yaitu briket kulit pisang.
2.      Mengenalkan briket dari kulit pisang kepada masyaraakat sebagai bahan bakar alternatif.
3.      Mengajak masyarakat untuk menggunakan briket kulit pisang untuk bahan bakar alternatif usaha kecilnya maupun keseharian.
4.      Memproduksi briket kulit pisang sebagai program kewirausahaan.

D. LUARAN YANG DIHARAPKAN
1.      Meminimalisasi sampah organik khususnya kulit pisang dan serbuk gergaji.
2.      Menyerap pengangguran sebagai tenaga kerja dalam produksi briket kulit pisang.
3.      Membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar alternatif yang murah dan terjangkau.

E. KEGUNAAN PROGRAM
Bagi Mahasiswa
1.         Meningkatkan jiwa enterpreneurship.
2.         Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam memanfaatkan sampah organik menjadi bahan yang bermanfaat.
Bagi Masyarakat                                  
1.        Membantu masayarakat memperoleh bahan bakar alternatif yang lebih ekonomis.
2.        Memperluas lapangan kerja untuk masyarakat terutama  pengangguran.
3.        Memberi inovasi baru untuk masyarakat dalam berwirausaha.
Bagi Lingkungan
Mengurangi sampah organik khususnya kulit pisang dan serbuk gergaji.

F. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
1.        Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan wirausaha ini dapat dimiliki oleh perorangan maupun kelompok (memiliki partnership). Hal ini karena dalam wirausaha ini tidak membutuhkan modal yang besar.
2.        Struktur Organisasi
Text Box: Penanggung Jawab

*                    PENANGGUNG JAWAB
Penanggung jawab bertugas memimpin jalannya kewirausahaan ini dan bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam proses kewirausahaan ini
*                    BAGIAN PEMASARAN
Bagian pemasaran memiliki peranan dalam memasarkan hasil produksi briket ini. Bagian pemasaran juga menangani perjanjian-perjanjian mengenai produk dengan instansi lain.

*                    BAGIAN PRODUKSI
Tugas utama bagian produksi yaitu memproduksi briket. Hal ini tentunya berkaitan dengan mengolah serbuk gergaji dan kulit pisang menjadi briket.
*                    BAGIAN KEUANGAN
Mengelola pendapatan yang masuk dan keluar merupakan tugas utama bagian keuangan. Sedangkan tugas lainnya adalah menghitung  laba, modal dan pengeluaran; menulis pembukuan; dan meramalkan biaya yang dibutuhkan pada setiap proses produksi.
3.        Sumber Daya Material
Bahan utama dalam pembuatan briket yaitu kulit pisang dan serbuk gergaji yang sangat mudah didapatkan di sekitar kita. Kulit pisang dan serbuk gergaji biasa dibuang oleh kebanyakan orang atau lebih tepatnya bisa disebut sebagai sampah. Di sini, kita bisa memanfaatkan sampah tersebut menjadi barang bernilai ekonomis dan sangat bermanfaat. Kulit pisang bisa kita peroleh dari penjual pisang goreng dan serbuk gergaji bisa kita dapatkan dari tukang bangunan.
4.        Sumber Daya Manusia
Membuat briket ini sangat mudah sehingga dalam pembuatannya pun tidak harus memiliki keterampilan khusus. Dengan demikian, semua orang dapat membuatnya tanpa  menghadapi kesulitan. Walaupun demikian, kendala-kendala pasti ada.
5.        Kompetitor
Dalam bidang wirausaha ini, jumlah produsennya masih sangat langka. Jadi, diperkirakan usaha ini akan berkembang pesat dan dapat menguasai pasar karena belum ada pesaing-pesaing yang bergerak dalam bidang ini. Apalagi briket ini tergolong praktis dan tahan lama penggunaannya.
6.        Analisis Permintaan Pasar
Kemungkinan, pada awalnya permintaan yang masuk masih sedikit. Namun, setelah melakukan promosi dan dalam waktu sedikit diperkirakan permintaan akan meningkat mengingat harganya yang ekonomis dan terjangkau. Kami optimis briket ini akan menjadi bahan alternatif yang diminati oleh warga, terutama kalangan menengah ke bawah dan para penjual makanan, seperti sate, makanan panggang, nasi goreng, dll.
7.        Analisis Ekonomi
Modal awal yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp 500.000,00. Modal ini digunakan untuk membeli pasokan kulit pisang dan serbuk gergaji. Keduanya didapat dari para penjual makanan tradisional yang menggunakan pisang dan tukang kayu atau pabrik furnitur. Kulit pisang dan serbuk gergaji yang merupakan sampah pastinya akan dapat dibeli dengan harga murah sehingga estimasi dananya yaitu Rp 1.000.000,00.
Dengan harga penjualan sebesar Rp 1.500,00, dan dengan perkiraan hasil produksi sebanyak 1000 bungkus per minggu, maka pendapatan selama satu minggu jika seluruh produk habis terjual adalah sebesar Rp 1.500.000,00. Dengan demikian keuntungn selama satu minggu adalah sebesar Rp 1.000.000,00 atau sama dengan Rp 4.000.000,00 per bulan. Keuntungan tersebut lalu dibagikan kepada para karyawan.

G. METODOLOGI PELAKSANAAN
Dalam pembuatan briket kulit pisang ini, ada beberapa tahap yang ditempuh, yaitu:
1.      Tahap Eksperimen Produk
Dalam tahap ini kami melakukan percobaan pembuatan briket dari kulit pisang. Mulai dari tahap pencarian bahan baku, pembusukkan dan penumbukan kulit pisang, pembakaran, pembuatan bubur dan pembentukan briket menjadi balok-balok yang siap digunakan. Setelah itu baru dilakukan pengujian dan pembandingan kualitas antara briket dari jenis pisang yang satu dengan jenis pisang yang lain. Setelah menemukan briket dari jenis kulit pisang yang paling efisien maka dilanjutkan ke tahapan selanjutnya. Tak haya mengenai kulit pisang, komposisi atau perbandingan yang tepat antara jumlah serbuk gergaki dan kulit pisang yang dibutuhkan juga masuk dalam tahapan experimen. Dengan begitu diharapkan untuk mendapatkan produk briket kulit pisang yang benar-benar berkualitas. 
2.      Tahap Produksi Produk

3.      Tahap Pengenalan Briket ke Pasar
Sejauh ini briket kulit pisang masih jarang dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu mempromosikan briket ini kepada mereka. Selain promosi, kita juga akan mendistribusikan beberapa sample briket di warung-warung kelontong. Untuk perkenalan, mungkin kami akan mematok harga yang lebih murah. Misalnya jika harga jual seharusnya sebesar Rp 1.500,000/bungkus, maka sebagai harga perkenalan briket ini akan didiskon sebesar Rp 200,00 menjadi  Rp 1.300.000,00.
4.      Tahap Perkembangan Produk
Dalam tahapan ini kami akan mengusahakan untuk terus mencari jenis kulit pisang mana yang dianggap paling hemat dan berkualitas. Selain itu kami juga terus berusaha menemukan perbandingan komposisi antara serbuk gergaji dan kulit pisang yang dianggap paling pas agar mendapatkan manfaat yang optimal. Dengan begitu diharapkan usaha briket kulit pisang ini yerus mengalami perkembangan dan kemajuan.
5.      Tahap Perluasan Cabang
Dalam tahap ini tentunya kami akan memperluas tempat-tempat produksi. Selain itu perluasan daerah pendistribusian juga akan dilaksanakan.. Pendistribusian tak hanya dilakukan di pusat produksi. Penyaluran hasil produksi briket kulit pisang dapat juga melalui warung-warung dan toko-toko masyarakat yang membuka usaha kecil. Gerakan menuju pasar dan mini market juga akan direalisasikan untuk memperluas lingkup pemasaran.
6.      Tahap Pertahanan Kualitas
Kami akan tetap fokus pada produksi ini dan mempertahankan kualitas briket kulit pisang agar masyarakat merasa puas dan merasakan manfaatnya secara optimal. Keloyalan juga amat diperlukan agar masyarakat tak hanya puas dengan kualitas produk, tetapi juga pelayanan klami.
             Target Pasar
a. Ibu-ibu rumah tangga
b. Pemilik usaha kecil seperti rumah makan, penjual makanan, dan produksi genteng dan batu bata.
c. Semua kalangan ekonomi.
Positioning
Briket kulit pisang menjadi bahan bakar alternatif yang tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga berkualitas.
Penetapan Harga
Harga penjualan ditetapkan berdasarkan daril:
*      Biaya bahan seperti kulit pisang, serbuk gergaji, dan kayu bakar yang habis selama satu minggu= Rp  : 7 hari = Rp 139.600/hari
*       Biaya investasi peralatan seperti tengku selama 5 tahun = Rp 3.700.000: 5 tahun : 365 hari = Rp 2.000/hari
*       Biaya lain-lain selama satu bulan= Rp 554.000 : 30 hari = Rp 18.500/hari
Distribusi
Produk briket ini didistribusikan kepada masyarakat melalui penjual sehingga disini melibatkan peranan toko, pasar, dan minimarket.
Strategi Promosi
     - Pemasaran                                                                                                   
*      Banner,  flier/ brochure, baliho dan spanduk briket kulit pisang
Banner, flier/ brochure, baliho dan spanduk digunakan untuk mempromosikan dan mengenalkan produk briket kulit pisang ini kepada masyarakat. Cara ini dilakukan dengan meletakkan banner di depan pintu tempat penjualan seperti toko, pasar, dan minimarket atau membagikan brochure di daerah strategis yang banyak dijamah orang, memasang baliho di sepanjang jalan dan spanduk ditempat-tempat umum dengan  tujuan:
Ć¼ Masyarakat kenal produk kami sebagai bahan bakar alternative yang praktis dan lebih ekonomis.
Ć¼ Meningkatkan brand awareness di mata masyarakat
Hubungan Masyarakat
Kami mengusahakan produk kami dekat dengan masyarakat sehingga masyarakat banyak mengenal produk kami. Hal ini dilakukan dengan memasang spanduk didepan toko, pasar atau minimarket yang menyediakan briket kulit pisang.

I. RANCANGAN BIAYA
1. PEMASUKAN

NO.

SUMBER
PEMASUKAN
1.
Dikti
Rp.  10.000.000,00
2.
Donatur
Rp.       500.000,00
 
Rp. 10.500.000,00

2. PENGELUARAN
a. Biaya Pelaksanaan dan Operasional Kegiatan  
No
Jenis Kegiatan
 Biaya
1.
Peresmian Tempat Usaha Briket
-  Tumpeng
-  Konsumsi
-  Balai warga
Rp.     600.000,00
2..
Pengenalan Produk ke Masyarakat
-  LCD dan computer
-  Pembagian sample produk
Rp.     500.000,00
3.
Training Time ow ow
-  Honor pelatih
-  Pembelian bahan baku
-  Sewa tempat
RP.     750.000,00
4.
Pembinaan Rutin
-  Honor Pembicara
-  Hand Out Materi
-  Bahan baku
Rp.  2.000.000,00
5.
PKL (Praktek Kerja Lapangan )
-  Sewa gedung Balai Warga
Rp.        50.000,00
6.
Fundraising
-  Modal awal Peserta
Rp.  1.000.000,00
7.
Transportasi
-  Transportasi Tim PKM
-  Transportasi Trainer
-  Transportasi Distribusi
Rp.     750.000,00
10
Komunikasi
- Komunikasi Tim PKM dengan Lembaga Kerjasama dan trainer
Rp.     150.000,00
11
Konsumsi
-  Konsumsi Peserta
-  Konsumsi Tamu Undangan
-  Konsumsi Calon Karyawan
-  Konsumsi Tim PKM
-  Konsumsi Trainer
Rp.  2.000.000,00
12
Dokumentasi
-  Dokumentasi Kegiatan
Rp.     200.000,00
13
Print, fotokopi, jilid proposal dan laporan
Rp.     100.000,00
TOTAL
BIAYA
Rp.  8.100.000,00

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar :)

Postingan Populer