Blog-nya Mba Ani yang berisi: "Rangkuman Materi, Soal Latihan, dan Pendalaman Materi SD (Kurikulum 2013)"

Kamis, 07 Juni 2012

Implementasi Teknologi Komputer Dalam Bidang Kesehatan di Daerah Terpencil


Implementasi Teknologi Komputer Dalam Bidang Kesehatan
di Daerah Terpencil





Tugas Mata Kuliah Teknologi Komputer





Oleh :
Anifatun Mu’asyaroh
Fauziah Nurmala Sari
Helmi Wahyuningsih
Iksanatun Fadila Oktabriani





FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA
Mei 2012


Latar Belakang
            Kesehatan di daerah terpencil memang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat (basic need). Namun, jika dilihat dari kondisi saat ini, pelayanan kesehatan di daerah terpencil belum memadai, baik dari segi sumber daya manusia maupun infrastruktur di institusi pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembangunan kesehatan secara intensif oleh pemerintah untuk mengatasi minimalnya sumber daya dan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.
Tujuan pembangunan kesehatan di daerah terpencil diarahkan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, jika diamati lebih pembangunan kesehatan antara daerah maju dan daerah terpencil mengalami kesenjangan cukup signifikan. Hal itu tentu akan berdampak pada pembangunan manusia Indonesia. Simak saja peringkat Human Development Index (HDI) bangsa Indonesia menurut UNDP pada tahun 2006, di mana Indonesia menduduki peringkat ke-108 dari 177 negara-negara di dunia. Mengingat keterbatasan infrastruktur yang ada di daerah terpencil, pemerintah perlu mengupayakan peningkatan fasilitas, salah satunya dengan meningkatkan pengadaan teknologi. Teknologi digunakan untuk mempermudah pekerjaan. Sebagai contoh, penggunaan sistem informasi untuk penggunaan database dan juga bisa digunakan untuk memantau kesehatan pasien (memonitor detak jantung, memonitor aliran darah, memeriksa organ dalam pasien dengan sinar x, dll).
Salah satu teknologi yang sangat penting untuk diupayakan adalah teknologi  komputer. Teknologi komputer ini dapat berguna untuk memudahkan petugas kesehatan dalam menunjang kinerjanya serta dalam melayani masyarakat setempat. Semakin pesatnya perkembangan teknologi computer mengakibatkan keberadaan sistem informasi elektronik berbasis komputer sangat strategis dalam meningkatkan pembangunan, salah satunya adalah pembangunan kesehatan. Informasi-informasi tersebut dapat digunakan bagi kepentingan pelaporan dalam surveilans untuk mengetahui masalah kesehatan yang sedang terjadi sehingga dapat dilakukan tindakan langsung dalam penyelesaian masalah tersebut. Selain itu, informasi yang ada disebarluaskan kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui kondisi kesehatan di wilayahnya.

Pentingnya Teknologi Komputer dalam Menunjang Aktivitas di Bidang Kesehatan Khususnya di Daerah Terpencil
            Pada daerah yang belum menggunakan pemanfaatan teknologi komputer, sistem pelayanan kesehatan masih dilakukan secara manual menggunakan tangan. Hal ini tentunya dapat menghambat efektivitas dam efisiensi kinerja petugas dalam bekerja dan melayani masyarakat. Padahal pemanfaatan teknologi komputer dapat memudahkan petugas, misalnya dalam hal:
1.      Rekam medis berbasis komputer,
secara prinsip, rekam medis berbasis komputer mencakup penggunaan database untuk mencatat semua data medis pasien atau data klinis pasien yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter maupun hasil pemeriksaan laboratorium. Jika diterapkan, sistem ini dapat membantu petugas dalam melihat riwayat penyakit dan perkembangan kondisi pasien secara mudah. Dengan kelengkapan fasilitas elektronik, dokter secara rutin menggunakan komputer untuk menemukan pasien, mencari data klinis, serta memberikan instruksi klinis.
2.      Teknologi nirkabel,
pemanfaatan jaringan komputer dalam dunia medis sebenarnya telah dirintis sejak hampir 40 tahun yang lalu. Melalui jaringan nirkabel, dokter dapat selalu terkoneksi ke dalam database pasien tanpa harus terganggu mobilitasnya.
3.      Komputerisasi pada proses administrasi, seperti sistem penjadwalan petugas medis (dokter, perawat),           
4.      Komputerisasi pada proses regristasi pasien,
5.      Penanganan dan pengolahan data sosial pasien,
6.      Penanganan dan pengolahan data kunjungan pa,sien
7.      Penanganan pembayaran atas tindakan dan pelayanan
8.      Keuangan dan accounting.
Penggunaan teknologi komputer di daerah terpencil masih sangat minimal. Salah satu contoh adalah di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki peringkat ke-31 dari 33 provinsi dalam Indeks Pembangunan Manusia. Kesehatan merupakan salah satu indikator dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia. Dalam pembangunan kesehatan itu sendiri, dibutuhkan penggunaan sistem informasi yang tepat. Akan tetapi, kendala yang dihadapi oleh Provinsi NTT adalah terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana sistem informasi dan minimnya penggunaan fasilitas komputer. Terbatasnya ketersediaan sistem informasi dapat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kegiatan sehingga pelaksanaan yang dilakukan oleh Provinsi NTT kurang maksimal.
Selain di Provinsi NTT, Provinsi NTB yang berada pada peringkat ke-32 dari 33 provinsi juga memiliki masalah terkait penggunaan teknologi komputer, yaitu adanya fragmentasi dalam sistem informasi kesehatan. Maksud dari fragmentasi tersebut adalah banyaknya penggunaan sistem informasi kesehatan yang berbeda-beda di semua tingkat administrasi (kabupaten, kota, provinsi). Hal ini mengakibatkan terjadinya duplikasi data, kurangnya kelengkapan data, dan data yang tidak valid. Hasil penelitian di NTB membuktikan bahwa puskesmas harus mengirim lebih dari 300 laporan dan terdapat 8 macam sistem yang digunakan sehingga beban administrasi dan beban petugas terlalu tinggi. Beban-beban yang terlalu tinggi mengakibatkan ketidakefektifan dan ketidakefisiensian sistem informasi kesehatan yang digunakan.
Selain itu, masalah yang dihadapi dalam sistem informasi kesehatan ialah format pencatatan dan pelaporan masih berbeda-beda dan belum memiliki standar secara nasional. Hal ini diwujudkan dari masih adanya daerah yang mencatat dan menyerahkan laporan kesehatan yang diisi dengan tulisan tangan. Lebih buruknya, mereka terkadang menyusun sendiri poin-poin pelaporan sehingga tidak sesuai dengan standar yang sudah dibuat oleh pemerintah. Sudah dapat dipastikan, metode pencatatan dan data basing seperti ini sangat tidak efektif dan memberi informasi yang baik.
Masalah tersebut mendorong pemerintah untuk membuat perencanaan sistem informasi kesehatan daerah yang baru pada tahun 2008, yakni Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) “Satu Pintu”. Sistem ini merupakan sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan yang berpusat pada sebuah bank data sebagai pintu masuk dan keluarnya data, yang berisikan data individu dan atau agregat yang berasal dari setiap fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta serta sektor terkait.
Untuk menerapkan SIKDA “Satu Pintu”, dibutuhkan sarana pendukung, antara lain bangunan, hardware, software, SDM untuk pengumpulan, pengolahan, analisa, dan visualisasi data. Terlebih, 96% puskesmas harus memiliki minimal satu unit computer untuk dapat melaksanakan program ini.
Selain hal di atas, dalam penggunaan teknologi komputer dibutuhkan tenaga ahli profesional untuk menjalankan sistem pelayanan kesehatan berbasis komputer. Dengan adanya tenaga ahli, maka penggunaan teknologi komputer dalam sistem pelayanan kesehatan menjadi optimal dan saat terjadi masalah dalam penggunaan komputer, mereka dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Keuntungan Penggunaan Teknologi Komputer dalam Bidang Kesehatan
            Dari salah satu pemaparan di atas, dapat dikerucutkan sebuah intisari bahwa pengolahan data dengan metode manual sangat kurang efektif dan efisien, terutama dalam hal penyimpanan data. Sedangkan apabila data diolah dan disimpan dalam komputer, kemungkinan data tersimpan dan terolah dengan baik akan lebih besar. Selain itu, komputer melalui software-software yang terdapat di dalamnya dapat menghasilkan informasi yang berkualitas dan akurat kaena dilakukan uji analisis sehingga membantu dalam hal pengambilan keputusan. Adapun keuntungan yang didapat dari penggunaan teknologi komputer adalah sebagai berikut.
  1. Dapat mengurangi pekerjaan yang berulang-ulang atau dapat mengedit dengan mudah, tampilan yang mudah dipahami oleh pemakai, meningkatkan kinerja dalam rangka melakukan perjalanan menyelesaikan tugas dengan baik.
  2. Dapat menyajikan informasi secara akurat karena informasi yang dihasilan lebih berkualitas daripada jika diolah secara manual.
  3. Informasi dapat diperoleh tepat waktu karena data yang sudah di-input umumnya dapat diolah dalam waktu yang relative singkat dan cepat
  4. Relevan, kaena informasi yang setiap saat dibutuhkan dapat diperoleh sehingga informasi yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan.
           
Kendala yang Dihadapi dalam Penerapan Teknologi Komputer dalam Bidang Kesehatan di Berbagai Daerah di Indonesia
Berdasakan paparan di atas, penggunaan komputer di bidang kesehatan di negara-negara berkembang, seperti di berbagai daerah di Indonesia masih belum merata. Tidak hanya dari segi fasilitas komputer dan jaringannya, tetapi dari segi sumber daya manusia. Di Indonesia masih sedikit tenaga kesehatan yang sekaligus dapat mengoperasikan komputer. Hal ini salah satu penyebab masih minimalnya penggunaan komputer sebagai pendukung kesejahteraan kesehatan masyarakat. Padahal, maksud pemerintah mengadakan sistem informasi kesehatan berbasis komputer adalah untuk mempermudah pekerjaan dalam keterbatasan sumber daya manusia.
Penggunaan komputer tentunya tidak lepas dari listrik. Seperti yang kita tahu, komputer membutuhkan listrik untuk dapat beroperasi. Meskipun pemerintah sudah merencanakan sebuah sistem informasi kesehatan di daerah-daerah, tetap saja hal itu kurang dapat memberikan hasil yang baik, karena masih banyak daerah yang mendapat pemadaman listrik bergilir atau bahkan sama sekali belum teraliri listrik. Oleh karena itu dibutuhkan peran serta yang tinggi, konsisten dan intensif dari pemerintah dalam hal penyediaan aliran listrik yang baik dan merata hingga daerah terkecil di nusantara.
Masalah utama dari masih minimalnya penggunaan komputer di daerah adalah masih sedikitnya penyediaan komputer bahkan di tingkat rumah sakit. Hal inilah yang membuat daerah masih kesulitan dalam hal pengolahan data kesehatan.





KESIMPULAN
Tiga peringkat indeks pembangunan manusia berada di Provinsi Papua, NTB, dan NTT. Indikator dalam pengukuran indeks pembangunan manusia adalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Dalam meningkatkan pembangunan kesehatan, dibutuhkan infrastruktur yang mencakup sarana dan prasarana, salah satunya adalah teknologi komputer. Namun, penggunaan teknologi komputer di tiga provinsi di atas masih minimal. Proses pelaksanaan pelayanan kesehatannya pun masih kurang maksimal. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut terutama daam hal pengumpulan dan penyimpanan data-data pasien yang seharusnya akan lebih mudah dan terorganisasi dengan baik apabila menggunakan sistem komputerisasi yang sudah terjamin baik kinerjanya.

SARAN
Saran yang dapat disampaikan kepada daerah-daerah yang masih belum menggunakan  teknologi komputer sebagai alat utama penyampaian dan penampungan segala data dan informasi antara lain sebagai berikut.
1.    Untuk menghindari kesalahan dan ketidakefektifan dalam pengumpulan dan penggunaan data yang biasanya terjadi apabila menggunakan metode manual, sebaiknya pengolahan data dan informasi kesehatan beralih menggunakan sistem berbasis komputer. Hal ini cukup mungkin dilakukan karena syarat utama penggunaan kompter adalah adanya listrik, operator dan komputer itu sendiri.
2.    Pemanfaatan media komputer sebagai penghubung arus informasi dan pendukung pelayanan kesehatan seharusnya diterapkan sebagai pengganti cara kerja manual.
3.    Meningkatanya peran pemerintah dalam hal pengadaan tenaga ahli komputer, penyediaan alur listrik hingga ke pelosok terkecil dan komputer khusus kesehatan minimal berjumlah satu unit yang ditempatkan di puskesmas desa.
4.    Adanya pelatihan terhadap para tenaga kesehatan mengenai cara mengoperasikan komputer dan menjalankan berbagai software yang berkaitan dengan pengolahan data, kesehatan dan perhitungan sederhana. Dengan demikian, keberadaan komputer tidak malfungsi di daerah tersebut. Hal ini didasarkan pada adanya daerah yang sebenarnya masyarakat dan daerahnya berpotensi memanfaatkan sistem berbasis komputer, tetapi dari mereka sendiri masih kurang adanya kesadaran dan keinginan. Dengan adanya pelatihan terhadap tenaga kesehatan yang notabene dapat dikatakan sebagai salah satu contoh masyarakat, maka diharapkan perkembangan pemanfaatan komputer dapat meningkat.





Daftar Pustaka
http://www.anneahira.com/teknologi.htm (Rabu, 2 Mei 2012. 19.00 WIB)
Rahmi So­arini. "Cukilan Desentralisasi: Inovasi dalam Pembangunan Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Tantangan Keberlanjutan Penerapannya". http://www.batukar.info/system/files/BinderRahmi.pdf  (diakses pada tanggal 3 Mei 2012, 17:20 WIB)
dr.Awi Muiadi Wijaya, MKM." Perkembangan Terkini dan Masa Depan SIK di Indonesia". http://www.infodokterku.com/index.php?option=com_content&view=article&id=183:perkembangan-terkini-dan-masa-depan-sistem-informasi-kesehatan-sik-di-indonesia&catid=27:helath-programs&Itemid=28  (diakses pada tanggal 3 Mei 2012, 17:15 WIB).

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar :)

Postingan Populer